Ads 468x60px

Rabu, 10 Oktober 2012

DINAS PENDIDIKAN BERALIH FUNGSI MENJADI BISNIS ORANG TUA WALI MURID MENJERIT MEMBELI BUKU



Tangerang kota  (MTS)
dimana dunia pendidikan yang pada dasarnya adalah sebagai salah satu faktor terpenting untuk mencerdaskan anak bangsa, tentunya tidak lepas dari peran serta penyelanggara dunia didik serta sistem pembelajaran yang berkualitas dan bebas dari piur bisnis. sementara tujuan wajib belajar sembilan tahun dengan program gratis seakan tidak merubah sistem agar terciptanya dunia pendidikan yang lebih baik dan bebas dari pungli. menanggapi permasalahan yang terjadi karena kacaunya sistem dunia pendidikan khususnya dikota tangerang Medianto dari lembaga swadaya masyarakat GARUK KKN berkomentar "seharusnya hal ini tidak terjadi didalam dunia pendidikan karena pemerintah tidak sedikit mengucurkan dana untuk dunia pendidikan dan jelas - jelas bahwa pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 9 (sembilan) tahun," komentar mediyanto. sistem yang diterapkan pemerintah bahwasanya untuk wajib belajar sembilan tahun tanpa dibebankan biaya, justru sering disalah gunakan oleh oknum baik dari dinas pendidikan ataupun dari sekolah untuk mencari keuntungan. salah satu contoh dari SDN 1,2,3,4,5,6 periuk kota tangerang, sistem pembelian buku paket dan seragam agak sedikit aneh, karena setiap orang tua wali murid diwajibkan melunasi pembayaran buku paket dan seragam sebelum itu semua terealisasi. sedangkan harga buku paket yang harus dibayar berkisar antara Rp.250.000,- s/d Rp.350.000,- dan untuk harga baju seragam yang terdiri dari baju batik, seragam olahraga dan seragam muslim berkisar antara Rp.350.000,- s/d Rp.450.000,-. dengan adanya sistem seperti itu bisa dikatakan kucuran anggaran dari pemerintah baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah sia-sia. ketika ditemui diruang kerjanya Drs.H.Zaenudin. MM.M.Pd selaku kepala dinas pendidikan kota tangerang menjelaskan," kami dari pihak dinas tidak mengetahui akan hal seperti itu kalaupun memang ada sekolah yang berbuat seperti itu kami berharap rekan-rekan wartawan berkenan menginformasikan kepada kami agar kami (dinas pendidikan) bisa menindak tegas sekolah yang melakukan pelanggaran," jelas zaenudin kepada wartawan belum lama ini. tapi apa yang kelak terjadi bila dinas pendidikan ini beralih fungsi menjadi dunia bisnis, dan dimana letaknya pemerintah yang selama ini mencanangkan wajib belajar 9 (sembilan) tahun gratis bagi seluruh anak-anak bangsa, dengan adanya progran wajib belajar 9 (sembilan) tahun gratis berarti tidak ada lagi suara-suara sumbang dari orang tua murid , tapi apa yang terjadi didunia pendidikan ini, akan tetapi maraknya jeritan orang tua wali murid serta keluhan-keluhan bagi orang tua wali murid yang tidak mampu. ketika salah satu orang tua wali murid yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan "pak apa benar gak sih kalau dana BOS itu ada? tapi walaupun ada mana janji pemerintah yag telah mencanangkan wajib belajar sembilan tahun gratis, tapi buku paket dan seragam tetap bayaar? berarti pemerintah bohong dong," jelasnya mengatakan. dalam menanggapi semua masalah yang ada didunia pendidikan ternyata masi banyak orang tau murid masih banyak yang menjerit, bagaimana cita-cita anak bangsa yang selama ini mereka cita-citakan kalau dunia pendidikan selamanya seperti ini. TIM
Read More.. Share

Sabtu, 06 Oktober 2012

OKNUM UPT MELANGGAR ATURAN KADISDIK KOTA TANGSEL TIDAK BERANI MEMBERIKAN SANKSI TEGAS

Tangerang Selatan (MTS)

berdasrkan hasil informasi dari narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, dia menyebutkan bahwa dinas pendidikan Kota Tangerang Selatan terkesan membiarkan oknum unit pelaksana teknis melakukan penjualan buku terhadap siswa - siswi dan ini terindikasi oknum tersebut menjadi distributor atau pengecer buku yang sangat mencederai integkritas dunia pendidikan khususnya di wilayah tangerang selatan. hasil investigasi MTS ternyata kepala dinas pendidika tidak berbuat apa-apa. berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang informasi publik Bab III sangat jelas poin (A). bagian kesatu Pasal 4 Ayat ( I ) setiap orang berhak memperoleh infomasi publik sesuai dengan Undang-Undang ini. Poin (B), Bagian Keempat Pasal 7 Ayat (1) badan publik wajib menyediakan dan atau menerbitkan informasi publik yang berada dalam kewenanganya kepada pemohon informasi publik selain informasi yang dikecualikan. dan peraturan mentri pendidikanpun dilanggar dan ini sangat jelas peraturan Mentri Pendidika Nasional Republik Indonesi No 2 Tahun 2008 Tentang BUKU, Pasal 11:Pendidik, Tenaga Pendidik, Anggota Komite Sekolah/Madrasah, Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah, Pegawai Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah, dan atau Koperasi yang Beranggotakan Pendidik dan atau tenaga Kependidikan satuan Pendidikan, baik secara langsung Maupun bekerja sama dengan pihak lain, DILARANG BERTINDAK MENJADI DISTRIBUTOR ATAU PENGECER BUKU kepada peserta didik di satuan pendidikan, kecuali untuk buku-buku yang di hak ciptanya sudah di beli oleh dapertemen yang menangani urusan agama, dan atau pemerintah daerah sebagaimana yang di maksud dalam pasal 3 Ayat (4) dan dinyatakan dapat diperdagangkan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) dinas pendidikan kota Tangerang Selatan sampai sekarang ini terindikasi membiarkan oknum UPT tersebut berdinas tanpa merasa melakukan pelanggaran yang dilakukannya. apakah masih pantas kepala dinas pendidikan menjabat di posisi dinas pendidikan Kota Tangerang Selatan yang sangat gambalang anak buahnya terindikasi melakukan pelangaran yaitu melakukan pelanggaran buku inilah bentuk pelanggaran berat yang dilakukan kepala UPT Tangsel.
hal ini sangat disayangkan oleh semua pihak, banyak sekali wali murid mengeluh dengan banyaknya pungutan liar yang berada di wilayah kota tangerang selatan. terbongkarnya kasus ini dengan terang benderang, masyarakat menunggu tindakan tegas dari ibu wali tangerang selatan. seanidainya tidak ada tindakan dari ibu wali kota kita ini masyarakat akan melaporkan hal ini ke mentri pendidikan dan kebudayaan.(TIM)
Read More.. Share

BUKU LKS SD YANG DIBIAYAI BOP DITANGSEL SARAT KKN

Tangerang Selatan, MTS
memasuki tahun ajaran baru masalah pungutan liar (Pungli) disekolah - sekolah masih saja ada begitu juga dengan penerimaan siswa baru dan hal ini bukanlah sebuah bisnis baru bagi UPT, oknum kepala sekolah, dan penerbit distributor buku, bahkan pengecer, contohnya di UPT pondok aren tangerang selatan hampir semua buku baik itu LKS maupun paket dikuasai oleh saudara DZ, semua SDN yang berada di pondok aren diwajibkan bekerja sama dengan DZ. dari kerjasama ini masing - masing mendapatkan bagian, termasuk pihak 20% dari hasil penjualan, yang membuat orang tua murid terkejut, setelah mereka membeli Buku LKS. yang dijual oleh DZ yang bekerja sama dengan oknum dinas dan oknum kepala sekolah ada lagi Buku LKS yang dibiayai oleh BOSDA (Buku Bop) dan dibagikan secara geratis dan buku ini pengirimnya atau penerbitnya juga saudara DZ, ini benar - benar keterlaluan. DZ adalah pengirim buku BOSDA diTangerang Selatan mereka dan Kepala Sekolah tau ini sudah ada di RKA dan tidak selayaknya mereka menjual Buku yang sama dan lebih tragisnya setelah buku ini habis terjual baru dikirim Buku LKS BOSDA yang gratis, perbuatan saudara DZ dan Kepala Sekolah ini telah melanggar Peraturan Mentri Nomor II Tahun 2005, Peraturan Mentri Nomor 2 Tahun 2008, Peraturan Mentri Nomor 60 tahun 2011 serta Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010. ini adalah Pelanggaran yang sangat berat yang dilakukan DZ dan oknum Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan harus menindak tegas dan membatalkan Pembayaran Buku LKS BOP yang sarat dengan KKN dan orang tua wali murid serta masyarakat juga meminta ibu wali kota menindak siapa saja oknum - oknum yang terlibat.(TIM)
Read More.. Share

FOKE DAN JOKOWI BERHASIL MEMBANGUN DOMOKRASI DI DKI


Demokrasi partisipasi mengalahkan demokrasi mobilisasi

Jakarta (MTS)
Pemilihan gubernur Jakarta putaran kedua baru saja selesai dengan aman dan sukses, yang lebih membuat masyarakat Jakarta bangga adalah tidak adanya saling menyalahkan saling memaki yang ada hanya ada kata-kata yang menyejukan, saling mengucapkan selamat, dan maaf.
Mereka yang bertandin tahu dalam pertandingan ini pasti ada yang kalah dan ada yang menang. Mereka pun talah siap menerima kalah dan menang. Pertandingan PILGUB dan pertandingan DEMOKRASI yang selama ini terjadi di beberapa daerah berujung dengan berdarah-darah, serta kobaran api yang membara. Kadang kala jiwa yang melayang untuk sebuah PILKADA dan pertarungan itu pun berlanjut, dan terjadi ganjalan-ganjalan di semua lini sampai-sampai di badan anggaran. Belanjutnya pertarungan PILKADA untuk menggagalkan program selanjutnya. apa yang di janjikan kepada rakyat akhirnya tidak bisa dilaksanakan dan PILKADA seperti ini berujung menyengsarakan rakyat.
PILKADA Jakarta telah membuka mata kita, kita telah memotret suatu pertandingan DEMOKRASI, dimana demokrasi mobilisasi melawan demokrasi partisipasi, ternyata demokrasi mobilisasi tidak lagi menjadi pemenang setelah demokrasi partisipasi ikut dalam pertarungan ini. Demokrasi partisipasi adalah demokrasi yang sesungguhnya dan tidak memerlukan biaya tinggi dan tidak terikat dengan janji upeti, demokrasi partisipasi hanya bertanggung jawab untuk menepati janji pada rakyatnya.
Pertandingan sudah usai tidak ada darah yang tumpah tidak ada bara  api yang menyala, marilah semua pihak mulai bekerja keras saling membantu untuk mencapai keadilan dan kemakmuran masyarakat Jakarta. (YAN)
Read More.. Share

WARGA RW 06 BUMI INDAH PASAR KEMIS MANGADAKAN ACARA HALAL BI HALAL DI MASJID AL-BAROKAH




Tangerang
Rangkaian kegiatan takmir Ramadhan 1433H di masjid Al Barokah RW 06 Bumi Indah Pasar          Kemis Tangerang diakhiri dengan acara Halal Bi Halal, yang diselenggarakan pada Sabtu malam  Minggu tanggal 1 September 2012 atau bertepatan dengan tanggal 14 Syawal 1433H. Dalam  acara tersebut diisi dengan acara silaturahmi warga pasca mudik lebaran dari kampung masing- masing dan juga diisi dengan tausiyah atau siraman rohani. Dalam kesempatan tersebut disampaikan tausiyah agama oleh KH.Afif Afifi pengasuh pondok pesantren Daarul Hikmah Tangerang. Juga dikumandangkan lantunan kalam Ilahi oleh qori’ah Ustadzah Hj. Mukoyyah dari Tangerang. Dalam tausiyahnya KH.Afif Afifi meyampaikan bahwa kita sangat beruntung menjadi umat Islam Indonesia yang punya salah satu budaya yang baik yaitu Halal Bihalal, karena di Negara negara lain termasuk di Arab Saudi tidak ditemukan acara Halal Bihalal tersebut. Juga beliau sampaikan bahwa ternyata puasa mengandung lima manfa’at buat manusia yaitu membuat lebih tawadhu, membuat solidaritas social, membuat lebih sehat, membuat lebih awet muda dan puasa mengendalikan sex. Ketua DKM Al-Barokah Bapak Dadang Juanda mengatakan acara Halal Bihalal tersebut juga sekaligus merupakan acara pembukaan pengajian Majelis Ta'lim Al-Barokah yang mana sebelum memasuki bulan suci Ramadhan pengajian rutin ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak TPQ ditutup sementara untuk konsentrasi dalam kegiatan takmir Ramadahan Beliau menghimbau kepada para jama'ah untuk lebih semangat lagi dalam mengikuti pengajian/taklim setelah kita melaksanakan ibadah Ramadhan. Menurutnya salah satu ciri orang yang diterima ibadah Ramadhan-nya adalah adanya peningkatan kebaikan dan amal ibadah setelah bulan Ramadhan tersebut.  (Dadang)

Read More.. Share

Senin, 06 Agustus 2012

20 Persen Alokasi Maksimal Honorer Dari Dana Bos Tak Manusiawi

Tangerang (MTS),
Pendidikan Memang mahal,,, tepat, untuk menciptakan generasi masa depan memang dibutuhkan biaya, terlebih kalau guru di Sekolah mengatakan Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit’, tak mustahil untuk arah meraih persiapan yang sangat matang, tak terkecuali anggaran Pendidikan yang saat ini dirasakan sangat mahal, bahkan sudah tidak sesuai dengan amanat UUD 1945, Pasal 33 ayat 1. Pendidikan gratis di setiap daerah bukan hanya isapan jempol, anggaran yang diprioritaskan belum bisa membawa lembaga Pendidikan mampu mengemban amanat tersebut.
                Setelah Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di gelontorkan beberapa tahun yang lalu, di tingkatkan Sekolah Dasar, MI, MTs, dan SLTP baik Negeri dan swasta, dirasakan dapat membantu kegiatan Operasional , termasuk membayar kesejahteraan para guru honorer yang ada, alangkah tepatnya waktu pemerintah mengambil keputusan walau anggaran tersebut di ambil dari alokasi subsidi BBM, yang kita ketahui merupakan kebutuhan pokok bagi hajat hidup rakyat banyak, di seluruh tanah air.
                Akan tetapi di Tahun 2012 ini, terdapat peraturan pengalokasian dana Bos yang hanya menperuntukan anggaran 20 persen maksimal alokasi untuk pembayaran tenaga honorer merupakan ujung tombak yang kinerjayanya kadang melebihi guru /PNS yang ada di wilayah Tangerang dan sekitarnya.
                Dari pengamatan yang terjadi di beberapa sekolah, di wilayah Tangerang Selatan, mengutarkan kepada media  ini,” Selaku pengelola di Sekolah untuk dana BOS, berharap pemerintah seharusnya bisa memberikan lebih dari yang ada sekarang ini, dengan ketentuan biaya Operasional siswa SD dan SMP, bukan malah membatasi alokasi dari posting kebutuhan yang sudah ada, ini akan membuat rancu, sebab selama ini sudah berjalan kondosif khususnya selaku pengelola di sekolah dengan seluruh perangkat tenaga pengajar,termasuk para honorer yang sudahbekerja dan mengabdi dengan baik,: tuturnya.
                Madelin, Spd. Kasek SD. Negeri Petir 2, Kec. Cipodoh.” Apakah mungkin kami harus memberikan kepada guru honorer yang telah berbuat banyak membantu untuk sekolah ini, uang keringat yang dibatasi dengan maksimal 20 persen dari penerimaan setiap bulannya, rasanya hal ini perlu dipertimbangkan kembali oleh pemerintah pusat tentang keputusan yang diambil, jangan malah melempar bola panas, yang bisa membuat mala petaka bagi perkembangan pendidikan ke depan.” Pungkasnya.
                Kepsek SD. Pondok Kacang Timur 2, Kec. Pondok Aren, Kota Tangsel, H.Dini Endrawan. SE. ditemui, menyikapi hal ini,” Sudah seharusnya mengenai dana BOS ini, seluruhnya di serahkan kepada sekolah, karena sekolahlah yang lebih mengetahui hal ini, kalau pembatesan alokasi sebesar 20 persen kepada guru honor, yang peraturannya mulai di berlakukan sekarang ini, bukan sebagai kepala sekolah resah, akan tetapi dengan pertimbangan yang  memiliki guru honor di atas 10 orang guru, dengan perhitungan biaya yang masih bisa diatasi. Kalau,, saya, kan , selama ini rekan wartawan tahu berapa jumlah guru yang ada di SD. Pondok Kacang Timur 2 ini, yang lebih banyak honor ketimbangan tetapnya, jadi kalau saya dengar rencana penghapusan dana  BOS, yang nantinya dikembalikan ke kondisi awal dengan pemberlakuan biaya SPP, itu saya lebih setuju, karena tidak terlalu menjadi beban, tanpa perlu pusing-pusing memikirkan SPJ yang terlalu rumit, alias Berlebit-lebit, jujur saya mendukung sekali,” paparnya.  (Dodo).
Read More.. Share

Selasa, 05 Juni 2012

SDN PERIGI BARU 01 BERJUANG CIPTAKAN MURID - MURID YANG PINTAR, HANDAL, DAN BERAHLAK TINGGI SERTA BERHATI MULIA

Tangerang Selatan (MTS).

Kepala Sekolah SDN Perigi Baru 01 Muchjaruddin S.Pd yang sudah 3 Tahun menjadi Kepala Sekolah di SDN Perigi Baru 01 Pondok Aren Tangerang Selatan ini, bertekad untuk menciptakan murid–murid handal dengan cara meningkatkan mutu pendidikan. Langkah pertama yang dilakukan kepada sekolah ini ialah dengan menyatukan Visi dan Misi bekerja sama dengan para guru dan selanjutnya menjalankan program kerja yang sudah di buat oleh Kepala Sekolah ini. Muchjaruddin S.Pd mengatakan anak-anak kita ini yaitu siswa dan siswi SDN Perigi Baru 01 agar menjadi murid-muridyang pintar, handal, dan berahlak tinggi serta berhati mulia dan dia juga mengharapkan agar anak didik guru menciptakan kehidupan, kenyamanan dan ketentraman. dirinya sendiri untuk dijadikan suri tauladan,  Kepala Sekolah SDN Perigi Baru 01 Pondok Aren ini juga mengatakan bahwa di sekolah ini tidak ada pungutan biaya dengan kata lain bahwa sekolah ini benar-benar telah menjalankan program wajib belajar dan pendidikan gratis atau sekolah gratis, beliau juga mengatakan uang BOS Dan BOP yang di berikan pemerintah pusat dan daerah, kalau di gunakan dengan benar dan tepat sasaran cukup untuk membiayai operasional sekolah dan lain-lainnya, dengan catatan dana-dana tersebut tepat waktu. (ROHANA)
Read More.. Share

Jumat, 01 Juni 2012

SDN BENDA BARU II BERTEKAD MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN DAN SEKOLAH GRATIS

Tangerang Selatan (MTS).
Kepala Sekolah SDN Benda baru II Bapak DRS Rubiyo Dan para guru akan bekerja sama untuk menyamakan Visi dan Misi guru untuk meningkatkan mutu pendidikan. Langkah pertama yang di lakukan Kepala Sekolah ini adalah mengapus Pungutan-Pungutan di Sekolah ini, walaupun semua Pungutan sudah tidak ada, tapi semua program sekolah terus berjalan termasuk Ekstrakulikuler seperti, Seni Tari, Dram Band, Seni Musik, Pramuka Dan Kumputer semua gratis, Mudah-Mudahan tahun ajaran baru nanti semua murid akan diberi buku teks dan LKS semuanya gratis kata kepala sekolah ini ketika MTS menanyakan soal dana BOS Dan BOP apakah cukup untuk sekolah ini dan bagaimana dengan dana BOP yang belum juga cair. Kepala Sekolah ini tersenyum sambil menjawab kita gunakan dana yang ada sebaik-baiknya , mudah-mudahan semua dana cair tepat waktu dengan cairnya semua dana tepat waktu program sekolah gratis ini pasti tercapai, seandainya semua dana digunakan dengan benar ini cukup sekolah gratis bukanlah sebuah isapan jempol dan mimpi tidur panjang kita . (rohana)
Read More.. Share

Selasa, 22 Mei 2012

PUNGUTAN LIAR DI SDN SAWAH I CIPUTAT. TANGERANG SELATAN

Tangerang Selatan (MTS).

Program sekolah gratis yang dicanangkan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan wlikota Tangerang selatan. Ternyata banyak mendapat Hambata dan rintangan, program sekolah gratis yang dicanangkan bapak Presiden kita ini bukanlah sebuah isapan jempol atau sebuah mimpi tidur panjang kita, program ini pasti bisa terwujud seandainya para Kepala Sekolah tidak menjadi penghalang penghancur program pendidikan gratis ini. Pasalnya hingga saat ini, berbagai pungutan liar (Pungli) kian marak di Tangerang Selatan, pungutan liar tersebut sering kali bedalih dengan iuran infaq, pada hal iuran tersebut amat sangat memberatkan orangtua murid. Pungutan liar terseut dilakukan Kepala Sekolah SDN Sawah I Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan, adapun besarnya pungutan liar tersebut dengan perincian sebagai berikut.

- Rp. 350.000,- Untuk Keseragaman Murid, Baju Batik, Baju Muslim, Baju Olah Raga, Topi, Dasi.
- Rp. 200.000,- Wajib infaq dengan Alasan untuk beli Bangku.
- Rp. 30.000,- perbulan membayar computer dan lain-lain Bagi kelas 6
- Rp.15.000,- perbulan membayar computer bagi siswa kelas 1 sampai kelas 5

Dan yang lebih kejamnya lagi Kepala Sekolah ini wali murid yang telah lunas mebayar uang sebesar Rp. 350.000,-  tapi belum membayar pungutan liar (infaq) tidak di berikan baju keseragaman siswa dan yang lainnya, sampai sekarang sekolah ini masih menagihnya. ini benar-benar pembangkangan dan melanggar PERWAL Serta PP No. 17 Pasal 181.

PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 17 TAHUN 2010 TENTANG PENGELOLAAN DAN PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN

Didalam Pasal 181 terdapat LARANGAN
Pendidikan dan tenaga kependidikan, baik perseorangan maupun kolektip, dilarang :

a. Menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di satuan pendidikan.                                                

b.Memungut biaya dalam memberikan bimbingan belajar atau les kepada peserta didik di satuan pendidikan.

c. Melakukan segala sesuatu baik secara langsung maupun tidak langsung yang menciderai integritas evaluasi hasil belajar didik; dan /atau

d. Melakukan pungutan kepada peserta didik baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Sangat jelas larangan yang ada di PERWAL Serta PP No. 17. dan peraturan ini di anggap tidak ada oleh kepala sekolah SDN sawah I, mereka jadikan sekolah ladang penghasilan mereka, ini adalah salah satu contoh kepala sekolah yang menghambat program Sekolah Gratis yang dicanangkan bapak presiden dan ibu wali kota tangerang selatan. Di minta semua pihak yang yang terkait, Kasi SD, inpekstorad, Kepala Dinas Pendidikan, sampai wali kota tangerang selatan untuk menindak dengan tegas Kepala Sekolah SDN Sawah I ini. (Yan)
Read More.. Share

Sabtu, 28 April 2012

SETELAH DIRENOVASI SDN CEMPAKA PUTIH IV AMBRUK PLAFONYA DAN MENIMPA MURID




Tangerang Selatan (MTS)
SDN Cempaka putih IV yang terletak dijalan Nurul huda No 45 kampung utan kecamatan ciputat timur yang belum lama direnovasi ambruk plafonya dan menimpa murid yang sedang belajar, ketika MTS menanyakan perihal rubuhnya plofon tersebut kepada kepala sekolah, Ibu Sri wulan mengatakan, untung saja tidak kerumah sakit, maksudnya kepala sekolah tersebut ada murid yang tertimpa plafon, saya telah melaporkan hal ini kepada UPT Ciputat timur, kasi SD dan instasi pendidikan. MTS seandainya hal ini pada waktu ujian nasional kita bisa bayangkan masalah ini bisa membikin heboh dunia pendidikan di tangerang selatan yang lagi gencar-gencarnya merehap total bangunan sekolah. MTS masyarakat harus peduli mulai saat ini juga untuk sama-sama memantau semua bangunan sekolah yang direhap total, jangan sampai terjadi penyimpangan baik itu dari biayanya maupun bahan-bahna bangunan yang digunakan. ini dalam rangka peran serta masyarakat turut menciptakan pemerintahan yang bersih dan bebeas KKN serta tranfaransi masyarakat sebagai mana mengacu kepada Undang-undang No 31/1999 JO No.20/2000 tentang cara pelaksanaan peran serta masyarakat dan pencegahan dan pembrantasan tindak pidana korupsi (ROHANA).
Read More.. Share

Senin, 23 April 2012

MEMIMPIN DENGAN AMANAH SELALU ENJOY



Tangerang selatan (MTS)
SDN X ciputat terletak di lokasi yang cukup strategis ya itu wilayah pasar ciputat di belakang kecamatan dan ini adalah wilayah pendidikan. Dalam proses kegiatan pembelajarannya SDN X ciputat yang sekarang dipimpin oleh seorang kepala sekolah yang sudah malang melintang di dunia pendidikan Dadang Syarif Spd, Mmpd dalam kiprah pelaksanaan kompetensi pedidik, sekolah yang dipimpinnya merupakan sekolah yang di perhitungkan oleh sekolah lainnya, kepala sekolah ini menerapkan kedisiplinan terutama bagi para guru dan diterapkan pula ke anak didik. kepala sekolah ini dalam melaksanakan tugasnya selalu enjoy dan cara belajar mengajar di SDNciputat X telah melaksanakan peraturan pemerintah sesuai dengan perwal serta di landasi iman dan taqwa. di samping tugas mendidik sebagai kepala sekolah beliau juga menerapkan tugas ibadah  inilah yang membuat dia sangat dekat dengan dewan guru serta anak didik juga dengan para pedagang yang ada di lokasi sekolah, beliau selalu menghimbau kepada para pedagang agar makanan dan minuman yang mereka jual selalu bersih dan tidak mengandung bahan kimia dah bahan pengawet yang sangat berbahaya bila di kosumsi oleh anak-anak yang berada di SDN X ciputat. Kita harus solid bekerjasama antara dewan guru, orang tua murid dan masyarakat setempat serta pedagang kata kepala sekolah ini.(ROHANA)
Read More.. Share

KEBERHASILAN PENDIDIKAN HARUS MELALUI PERJUANGAN YANG PANJANG












Tangerang Selatan, (MTS)
keberhasilan pendidikan harus melalui perjuangan yang keras, dan disiplin merupakan kewajiban yang harus dimiliki oleh para guru dan murid khususnya SD VIII Ciputat.
Hal itu dipaparkan oleh kepala sekolah SD VIII Bapak Maman Hilman dan ini dibuktikan oleh para murid di acara LOMBIT (Lomba Bidang Studi) sebagai juara pertama Karya Seni tingkat kecamatan dari UPT Ciputat, para guru dan kepala sekolah juga bertekat akan terus meningkatkan mutu pendidikan sesuai dengan semboyan kota Tangerang selatan (Cerdas, Modern, dan Religius ) ini adalah suatau bentuk tanggung jawab kita kepada pendidikan tegas Kepala Sekolah kepada (MTS), dan ini adalah amanah yang harus saya pertanggung jawabkan Dunia dan Akhirat dan saya sebagai kepala sekolah akan terus berjuang untuk kemajuan pendidikan, memang saya sadar ini bukan pekerjaan yang mudah dan perlu perjuangan panjang, saya akan terus bekerja dan bekerja.(ROHANA)
Read More.. Share

Senin, 09 April 2012

SDN SERUA V MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN BERDASARKAN IMAN DAN TAQWA SERTA NIAT DAN KETULUSAN HATI KEPALA SEKOLAH DAN PARA GURU.


Tangerang Selatan (MTS)

Dengan otonomi daerah dan globalisasi sekarang ini telah membawa berbagai perubahan yang begitu cepat dan menimbulkan dampak positif dan negatif bagi kepala sekolah dan para guru, keberhasilan pendidikan tentunya harus memerlukan perjuangan yang keras dan disiplin para dewan guru hal itu dipaparkan oleh kepala SDN SARUA V Dedi spd, kepada media tangerang selatan belum lama ini kini dibawah nakoda kepemimpinan bapak Dedi spd dengan niat dan ketulusan hati serta iman dan taqwa tentunya sebagai insan pendidik merasakan nikmatnya menjadi guru seperti saya, walau sudah tua tapi semangat untuk memajukan pendidikan masi ada dan semangat kerja keras insya ALLAH pendidikan bisa terlaksana secara maksimal kita harus melakukan yang terbaik untuk memajukan pendidikan ini dan mengenai biaya pendidikan yaitu BOS dan BOP kalau itu digunakan dengan benar rasanya sudah cukup untuk membiayai semuanya dan kita tidak perlu meminta apa pun kepada orang tua murid atau wali murid. Kepala sekolah yang mempunyai pondasi agama tentunya tidak melenceng. Jabatan merupakan amanah apabila kita menjalankanya dengan baik, suatu jabatan dalam bentuk apa pun merupakan amanah yang harus dipertanggung jawabkan baik kepada ALLAH SWT maupun kepada sesama manusia olah karena itu bagi seorang guru janganlah bertanya apa yang didapat dari seorang murid atau orang tua murid, tapi sebaliknya harus bertanya apa yang dapat kita berikan kepada seorang murid. Memang perjuangan ini masih panjang dan ini bukan mimpi tidur panjang kalau semua punya niat yang sama kita pasti bisa meningkatkan generasi yang kokoh beriman dan bertaqwa dan mereka pasti bisa melanjutkan cita – cita bangsa. Rohana

Read More.. Share

Kamis, 29 Maret 2012

TEMU KANGEN ANGKATAN 88 SMUN 2 TANGSEL


H Harun Alrasid SH membagi door price

MEDIA TANGERANG SELATAN

Penguyuban adalah bentuk kehidupan bersama yang para anggotanya diikat oleh hubungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Semangat kebersamaan, keterlibatan komunikasi relasi yang jadi terus menerus.

Memang semua penguyuban adalah sebuah organisasi akan tetapi tidak semua organisasi merupakan penguyuban. Alasaya jelas, yakni asas dasar dari sebuah organisasi belum tentu cinta kasih (bisa jadi hanya berdasarkan pada kerjasama untuk mencapai tujuan tertentu atau hanya atas dasar kepentingan saja ). Solidaritas, toleransi dan prinsip subsisiaritas dalam memanfaatkan segala perbedaan untuk mencapai tujuan kebersamaan.

Maka pada tanggal 08 oktober 2011 berkumpul dirumah H.komarudin yang beralamat di jl. Raya puspitek Gg.h.saikem RT.03 RW.02 yang dihadiri oleh beberapa teman termasuk ketua AWDI propinsi banten turut hadir dalam acara temu kangen tersebut pada tanggal 25 maret 2012 dalam penguyuban 88 SMU negri ciputat dan membagi bagikan door price dan akan manjadikan penguyuban 88 menjadi koperasi dalam hal ini didukung oleh anggota yang hadir dalam temu kangen penguyuban.

TIM AWDI

Read More.. Share