Setiap
hari posko - posko LKB dan Gempar selalu dipenuhi dengan para komunitas
dan tidak ketinggalan Bejo Center pun selalu hadir. Ketua umun LKB
berpesan kepada seluruh komunitas yang tergabung, untuk mentaati
peraturan - peraturan yang ada dalam pilkada. (Juanda/Tan)
Senin, 24 Agustus 2015
LKB Dan GEMPAR Memprsiapkan Diri Untuk Mensukseskan Pilkada Tangsel
Ikatan Keluarga Minang Tangsel Mengadakan Pertandingan Domino
Mari kita tingkatkan silaturrahim, persaudaraan dan sportifitas melalui ajang pertandingan domino
Tangerang
selatan (MTI), dalam menyambut HUT RI yang ke 70, Ikatan Keluarga
Minang (IKM) Tangerang Selatan mengadakan pertandingan domino yang di
hadiri ribuan peserta dari masyarakat Tangsel. Acaranya begitu meriah
dan penuh dengan senda gurau, juga diiringi dengan organ tunggal yang
penyanyinya peserta itu sendiri.
Awak
media Tangsel bertanya kepada ketua harian IKM Tangsel, dengan peserta
yang begitu banyak, kapan acara ini selesai? Ketua IKM Tangsel
Yonnoviar,SH dengan senyum simpulnya menjelaskan, dengan peserta
sebanyak ini kemungkinan akan selesai bulan september, dan pendaftaran
pun sampai saat ini masih terbuka, Inilah waktu yang tepat buat kita
menjalin silaturahim kekeluargaan yang begitu erat.
Hadiah
pertandingan ini begitu besar seperti mobil, motor, televisi, dan
handphone dari mana itu pak ketua? tanya awak media. itu dari kita semua
untuk kita, ternyata bersama kita bisa. Mudah-mudahan tahun depan dari
kita semua ini nantinya bukan untuk hadiah lagi tetapi untuk membeli
ambulance IKM dan dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat Tangsel,
orang minang khususnya. Dan kitapun punya rencana IKM Tangsel ini bisa
menciptakan lapangan pekerjaan untuk keluarga minang yang berada di
tangsel, dan kita akan bekerja sama dengan pengusaha - pengusaha minang
yang sukses, maupun pemerintah daerah kota Tangsel, ujar ketua harian
IKM Tangsel dengan panggilan akrabnya pak yon.
Beliau
menam-bahkan IKM Tangsel pun akan menggelar Halal Bihalal dengan Tema
"SEMALAM DI RANAH MINANG, KITA TINGKATKAN HUBUNGAN PERSAUDARAAN ANTARA
RANAH DENGAN RANTAU, NAN JAUAH DIPADAKEK, NAN DAKEK DI PAAREK." Acara
tersebut akan berlangsung pada tanggal 20 oktober 2015 di lapangan
kantor Walikota Tangerang Selatan, jln. Surya kencana Kecamatan
pamulang, dan pilkan seni budaya minang kabau seperti : Randai, Saluang
jo Dendang, Talempong, Tari Piring diatas beling, Tari Payung, Tari
Indang, dan banyak lagi kesenian minang lainnya, acara Halal Bihalal ini
akan dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat minang, dibawah kepemimpinan
ketua harian Bapak Yonnoviar, IKM Tangsel jauh lebih maju dan dapat
merangkul keluarga minang yang ada ditangsel. (Rohana)
Mobil Dinas DPRD TK II Gresik Jatim Disalahgunakan
Gresik
(MTI) Sebagai anggota DPRD dan publik figure seharusnya memberi contoh
atau panutan kepada masyarakat, apalagi yang memilih masyarakat,
seharusnya tugas yang diemban dijalankan dengan baik.
Amanah
dan sesuai dengan peraturan dan per undang-undangan yang berlaku. Tidak
demikian halnya dengan DPRD Kabupaten Gresik ini yaitu “ IDA ASTUTIK “
anggota DPRD Kab. Gresik dearah pilihan 3 ( DAPIL ) dari fraksi Demokrat.Mobil dinas ( mobdin ) yang seharusnya dipakai untuk keperluan
dinas di DPRD Kab. Gresik ini dipakai oleh suaminya “ ( Nanang )” untuk
bekerja di perusahaan swasta Sterefoam “ PT. Trimitra Swadaya “ di
wilayah Legundi Kec. Driorejo Kab. Gresik. Mobil Terios berwarna silver
dengan NOPOl W 708 AP dipakai Nanang pada hari Jumat dan Sabtu untuk
bekerja di perusahaan tersebut.
Dari pantauan awak media ini merasa curiga pasalnya mobdin ini seringkali melintasi di daerah industri tersebut dan diprakirakan berjalan kurang lebih sudah lima bulan, dan pada hari Selasa, 14 Juli 2015 ketahuan mobil ini berada di tempat parkir PT.Trimitra Swadaya bersama mobil pegawai yang lain. Ketika ditanyakan siapa yang mempunya mobil Terios warna silver dengan NOPOL W 780 AP ternyata milik Nanang suami dari “ IDA ASTUTIK” anggota DPRD Kab.Gresik dari Fraksi Demokrat. “ Ya, mobil dinas istri saya dan saya merasa bersalah mohon maaf” kata Nanang.
Sementara itu “ IDA ASTUTIK “ ketika diminta konfirmasi tentang mobdin yang dipakai suaminya untuk bekerja di perusahaan tersebut, via telfon sesuler sampai beberapa kali tidak diangkat. (AN)
Sang Pencuri Listrik
Tangerang
Selatan (MTI) Kerap terjadi pencurian listrik oleh pengusaha kontraktor
mitra kerja dari instansi-instansi pemerintah yang berada di wilayah
tangerang selatan, apalagi pemkot tangerang selatan lagi giat-giatnya
membangun, yang sangat ironisnya para pemborong mencuri listrik dengan
basis kesadaran minimalis.
Secara
empiris setidaknya akan melahirkan dua (2) kali negative, dengan
maraknya pencurian listrik dan loses watt yang meningkat.
Faktualnya
pencurian listrik baik konsumen industri bisnis maupun rumah tangga
masih tinggi . Kontribusi pencurian listrik terhadap susut (Non teknis)
sangatlah tinggi, seperti untuk pembangunan tambah ruang kelas SDN
Pondok Benda I kecamatan pamulang, yang anggarannya sangatlah besar Rp.
3.770.288.000 dibawah naungan dinas Tata Kota Tangsel . Pembangunan
tambah ruang kelas tersebut, di menangkan oleh PT PARAMITRA MULTI
PERKASA. Untuk pemakaian listriknya, mereka mencuri dengan cara loses
watt. Terkait dengan pencurian listrik oleh PT MITRA MULTI PERKASA,
dengan cara menyambung kabel langsung tanpa melalui meteran.
kami
menduga jangan-jangan semua proyek yang di tanganinnya untuk pemakaian
listrik sama (Loswatt atau Mecuri aliran listrik) tindakan pencurian
listrik telah merugikan PLN dan harus di tindak tegas. (Jun)
Gempita Berjuang Tulus Demi Kejayaan Bumi Pertiwi
Jakarta
(MTI) Gempita adalah Generasi Muda Peduli Tanah Air, sebuah Lembaga
Swadaya Masyarakat (LSM), dengan semboyan “Gempita peduli”
dideklarasikan di Jakarta, Yang berkediaman di Hotel Grand Melia.
Gempita sudah menyabar di berbagai Provonsi untuk terus menyerukan,
mengajak, mengabdikan diri demi kemakmuran rakyat indonesia dan NKRI.
Dia
adalah T.Rusdy salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Generasi Muda
Peduli Tanah Air (Gempita) yang terus gigih berjuang demi kesejahteraan
rakyat dan tegaknya NKRI Latar belakang berdirinya Gempita, karena
keprihatinan kami yang berkepanjangan. Reformasi yang seharusnya
digulirkan oleh tokoh reformasi tidak membawa kesejahteraan pada
masyarakat. Karena tak banyak yang memiliki niatan tulus untuk berbakti
kepada negeri, bahkan yang terjadi malah sebaliknya.
Indonesia
adalah negara yang kaya namun mengapa rakyatnya masih miskin, bagi
mereka yang saat ini sedang mendapat mandat dari rakyat, ingat kekuasaan
itu hanyalah titipan. Untuk itu, layanilah rakyat, bekerjalah dengan
tulus demi rakyat dan buktikan semuanya. “Ujar T.Rusdy, sebagai ketua
umum Gempita”.
Dengan adanya Gempita bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dan perdamaian abadi, kesatuan, dan persatuan bangsa benar-benar bhineka yang tunggal ika menuju indonesia yang baru yang tetap dilandasi UUD 1945 alenia ke empat, yang mendambakan kepentingan bersama yang membawa masyarakat indonesia yang damai dan bersaudara, sehingga tidak ada lagi carut marut karena diskriminasi SARA, ekonomi, sosial, strata, dan kepentingan-kepentingan sesaat. Meski Gempita tidak memperoleh bantuan dari pemerintah, tapi bisa membuktikan bahwa Gempita mampu berbuat untuk kepentingan rakyat indonesia. Dengan cara menjembatani latar belakang sosial yang berbeda (bhineka) guna menghimpun menumbuh kembangkan dan memberdayakan potensi yang dimiliki generasi muda dan masyarakat indonesia. (Juanda/Tan)
Smp 17 Tangsel Diindikasikan memeras wali murid
Tangerang
Selatan (MTS) Keberhasilan pendidikan harus melalui perjuangan yang
panjang dan kerja keras. Jabatan adalah amanah yang harus kita
pertanggung jawabkan didunia dan akhirat, pada dasarnya dunia pendidikan
adalah sebagai salah satu faktor penting untuk mencerdaskan
anak bangsa tentunya semua ini tidak terlepas dari peran serta
penyelenggara dunia didik serta sistem pembelajaran yang berkualitas dan
bebas dari piur bisnis, sementara tujuan wajib belajar sembilan (9)
tahun dengan program sekolah gratis ternyata tidak merubah sistem agar
terciptanya dunia pendidikan yang lebih baik bebas dari pungli dan
pungutan baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan
dengan peraturan perundang-undangan, permasalahan ini terjadi karena
carut marutnya sistem pendidikan termaksud khususnya di kota Tangerang
Selatan.
Seharusnya
hal ini tidak terjadi didalam dunia pendidikan karena pemerintah pusat
dan pemerintah daerah tidak sedikit mengucurkan dana untuk dunia
pendidikan tapi kenapa dana ini menjadi bancakan oknum-oknum pejabat
terkait termaksud oknum dewan.
Kenapa
dunia pendidikan sekarang penuh dengan piur-piur bisnis? jelas-jelas
pemerintah telah mencanangkan wajib belajar sembilan (9) tahun dan
sekolah gratis orang tua tidak dibebani lagi dengan biaya pendidikan
karena pendidikan sembilan (9) tahun tersebut sudah menjadi tanggung
jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Masyarakat semua tahu
begitu banyak anggaran yang dikucurkan dari buku sampai ketong sampah,
dari bangunan sekolah sampai mobeler.
Ada lagi yang namanya Dana Alokasi Khusus (DAK), dana Bantuan Sosial (Bansos), dan segala macam anggaran sampai pagu dewan dan banyak lainnya. Tapi semua ini jadi bancakan oknum-oknum yang tidak bermoral untuk apa semua ini, kalau masih banyak orang tua murid yang menjerit salah satu contoh kecil saja, waktu penerimaan murid baru di SMP orang tua murid harus menyediakan dana sebesar Rp. 1.500.000,- sampai Rp. 1. 750.000,- persiswa, ini katanya untuk beli buku paket, Lembar Kerja Siswa (LKS), seragam Sekolah, Baju muslim, Bet, Topi, dan Lokasi Sekolah itu baru masuk saja untuk selanjutnya tentu ada saja cara mereka untuk memungut. Apa lagi Sekolah Menengah Atas (SMA) kita dapat membayangkan dari atas sampai bawah sudah rusak bagaimana jadinya pendidikan di Indonesia ini mau dibawa kemana pendidikan ini, adanya sistem seperti ini bisa dikatakan kucuran anggaran dari pemerintah baik pusat maupun daerah sia-sia hanya jadi bancakan, kini dunia pendidikan sudah beralih fungsi menjadi dunia bisnis, dimana Pemerintah? Wajib belajar sembilan (9) tahun lambat laun akan berganti seperti semula menjadi wajib membayar, seharusnya wajib belajar sembilan (9) tahun meningkat menjadi wajib belajar dua belas (12) tahun.
Banyak orang tua murid yang bertanya apa benar kalau dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu ada? apa benar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) itu ada? apa iya banyak anggaran untuk Pendidikan? Kalau benar berarti Pemerintah bohong dong, mana janjinya yang mencanangkan pendidikan GRATIS kenapa kami harus jual segala macam dan berhutang kesana-sini untuk menyekolahkan anak kami, kenapa anak kami ada yang disuruh pulang kalau ada yang belum dibayar, kenapa anak kami tidak boleh mengikuti ulangan (Ujian Semester ataupun Tengah Semester) kalau belum bayar, bukan kah baju seragam itu Putih biru Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Putih Abu-abu untuk Sekolah Atas (SMA) sederajad dan seragam pramuka. Contohnya SMPN 17 Tangsel malah mengabaikan peraturan Mentri nomor 2 tahun 2008 pasal 11 dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 pasal 181, buku LKS yang harganya hanya Rp. 3000,- dijual dengan harga Rp.12.500,- begitu juga dengan buku paket mendapatkan keuntungan 50% dari harga buku, ini benar-benar keterlaluan, perbuatan ini diindikasikan sama dengan pemeras berapa milliard transaksi mereka per semester,ini sama saja menghancurkan dunia pendidikan di kota Tangsel, ini baru bagian kecil yang kami ungkap sebagai contoh.
kita semua berharap peraturan mentri dan peraturan pemerintah harus dilaksanakan dan anggaran yang dikeluarkan pemerintah digunakan dengan sebenar-benarnya agar anak bangsa ini bisa menggapai cita-citanya. Dinegara mana pun di dunia ini yang betul-betul memproritaskan pendidikan akan maju dan sejahterah dengan banyaknya sumber daya manusia, jangan jadikan dunia pendidikan menjadi dunia bisnis. pemuda dan pelajar adalah ASET bangsa yang akan meneruskan cita-cita republik ini untuk menuju bangsa yang makmur, sentosa dan berkeadilan serta mempunyai kepribadian sesuai dengan cita-cita pendiri negara ini. Jangan sampai orang miskin tidak bisa sekolah.
Kita
bisa banyangkan seandainya anak-anak bangsa ini tidak bisa mendapat
pendidikan yang layak bagai mana nantinya mereka bisa meneruskan
perjalanan bangsa ini dan bersaing dengan negara-negara lainnya jalan
satu-satunya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang
berkesenambungan dan memberikan pendidikan yang layak dan GRATIS dengan
UUD 45. (Jun)
Biaya Uji Kompetensi Dokter Kerap Dimark-up
JAKARTA (MTI) Polemik penerbitan
ijazah dokter merembet ke mana-mana. Di antaranya terkait besaran biaya
uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) yang
bervariasi. Padahal aturan pemerintah biaya uji kompetensi itu hanya Rp1
juta per orang.
Merujuk
pada SK Dirjen Dikti No.28/DIKTI/Kep./2014 tentang penetapan biaya
penyelenggaraan UKMPPD, diatur bahwa biaya yang dibebankan kepada
peserta ujian hanya Rp1 juta. Perinciannya adalah Rp400 ribu untuk ujian
Computer Based Test (CBT) dan Rp600 ribu untuk ujian Objective
Structured Clinical Examination (OSCE). Koordinator Pergerakan Dokter
Muda Indonesia (PDMI) dr Dede Iskandar mengatakan, UKMPPD merupakan
program nasional. "Harusnya ketentuan biasanya juga merujuk pada
ketetapan yang dibuat pemerintah," katanya. Namun pada praktiknya biaya
untuk uji kompetensi itu berbeda-beda.
Bahkan
untuk wilayah Jakarta sendiri, besaran biaya UKMPPD itu bervariasi.
Menurut Dede rekan sejawatnya ada yang dikenai biaya ikut ujian itu
sampai Rp 5 juta bahkan ada yang Rp7 juta. Alasan yang disampaikan
kampus dan penyelenggara ujian adalah, kelebihan biaya untuk menutup
ongkos operasional ujian. "Kemenristekdikti harus tegas menjalankan
regulasi biaya uji kompetensi itu," pintanya. Dede juga mengatakan uji
kompetensi itu di beberapa lokasi justru seperti wajib. Jika ada dokter
muda yang tidak mau ikut ujian, panitia ujian langsung mengontak
orangtuanya supaya ikut ujian.
Selain
ingin meluruskan perkara biaya ujian kompetensi itu, Dede juga meminta
ijazah dokter para dokter muda diserahkan terlebih dahulu tanpa ikut uji
kompetensi. Selanjutnya jika ada dokter yang ingin berpraktek sebagai
dokter profesional, baru mengikuti uji kompetensi. "Tidak seperti
sekarang ijazah dokternya ditahan semua, karena harus ikut uji
kompetensi dulu," paparnya. Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim
mengatakan, urusan biaya uji kompetensi ini merupakan salah satu yang
dipersoalkan selain urusan ijazah dokter. Dia mengatakan jika dokter
muda keberatan dengan besaran tarif tadi, supaya mengklarifikasi ke
kampus penyelenggara ujian.
Menurut
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, panduan dari pemerintah
pusat sudah jelas. Bahkan biaya untuk ikut ujian komptensi profesi
dokter itu Rp1 juta. Sebab sebagian dari biaya uji kompetensi itu
dibebankan dari APBN. (RED)
Siswa di Jambi Belajar di Gudang
Jambi (MTI) Sungguh miris nasib
siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 143/IV, Kungkai II Kecamatan Bangko,
Merangin, Jambi. Karena banyaknya jumlah murid, membuat sebagian siswa
harus rela belajar di gudang dan eks rumah dinas guru.
kondisi
bangunan rumdis guru dan gudang yang dijadikan sebagai tempat menutut
ilmu tersebut kondisinya sangat tidak layak. Dinding dan atap yang sudah
rusak. Jika hujan para siswa harus mengungsi ke kelas lain. Malahan
harus berteduh di teras ruang kelas lainnya.
Sedikitnya
ada 60 siswa yang harus menempati eks rumdis guru dan gudang. Fasilitas
ini dijadikan ruang belajar yang dibagi menjadi empat kelas yakni 2A,
2B, 3A dan 3B.
Selain
pencahayaan yang tidak baik, kondisi lantai serta dinding ruangan
belajar juga tidak baik. Bagian atap ruangan ini juga sudah rusak parah.
“Inilah kondisinyo bang, mau kayak mano lagi. Yang penting anak biso
sekolah,” ungkap salah seorang wali murid, sembari minta namanya
dirahasiakan.
Kepala
Sekolah SDN No 143/VI Kungkai II Kecamatan Bangko, Asrin, membenarkan
jika ada empat kelas yang menempati eks bangunan rumdis guru dan gudang.
Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Penyebabnya,
kata dia, pertambahan siswa yang bersekolah di SD ini terus
meningkat setiap tahunnya. Sementara, sekolah belum memiliki fasilitas
ruang belajar yang memadai. “Memang tidak layak, tapi itu yang mampu
kita lakukan. Sebab belum ada pembangunan ruang kelas baru,” kata Asrin.
Atap
sekolah ini lapuk dan hampir roboh. Begitu pun dinding kayunya yang
berlubang di mana-mana, Kondisi ini sudah berlangsung 5 tahun. Dan
selama itu pula, 60 siswa kelas 2 hingga 3 SD harus belajar di ruang
sempit ini.
Dulunya
ini adalah rumah dinas untuk para guru. Namun karena keterbatasan
ruangan kelas, pihak sekolah pun terpaksa menggunakan rumah dinas ini
sebagai ruang kelas para siswa sudah seharusnya belajar di ruangan yang
aman dan layak. Apalagi siswa kelas satu SD yang baru saja masuk
sekolah.
Padahal alokasi dana untuk pendidikan di Kabupaten Merangin, Jambi tidaklah sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 2,3 triliun Kita tunggu saja sampai kapan anak-anak bangsa ini akan belajar di ruangan tak layak pakai. (red)
Revisi K-13 Akan Diselesaikan Bulan November
Jakarta (MTI) Kepala pusat
Kurikulum dan Pembukuan (Kapuskurbuk) Kemendikbut Ramond Mohandas
mengatakan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayan (kemendikbud)
menargetkan revisi kurikulum 2013 (K-13) bisa terselesaikan pada
November 2015 ini, akan tetapi revisi tak bisa diselesaikan dalam waktu
singkat karena berkaitan dengan dukungan silabus, kompetensi inti (KI),
dan kompetensi dasar (KD), sedangkan silabus saja bisa mencapai 8.000
halaman. hal lain yang akan menyita waktu adalah masalah buku karena
buku ini merupakan pegangan penting dalam kegiatan belajar mengajar para
guru dan siswa.
Langganan:
Komentar (Atom)


