JAKARTA (MTI) Kondisi jalur hijau di Jalan Moa, Kel. Pejagalan Kec. Penjaringan, Jakarta Utara sangat memprihatinkan. Selain banyak bangunan liar yang berdiri, kondisi jalan yang tidak jauh dari kantor kelurahan Pejagalan itupun menjadi sempit. Pantauan di lapangan, jalur hijau itu kini dipenuhi bermacam bangunan. Mulai dari kantor sekretariat ormas, Pos RT, garasi mobil dan bangunan kumuh yang merusak pemandangan warga sekitar. Kris (31) warga RT 07 RW 013, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara mengatakan, akibat sisi jalan yang seharusnya jalur hijau ditanami pepohonan tapi kini semerawut karna dipenuhi berbagai macam bangunan, warga pun menjadi kesal. “Dulu sisi jalan itu pernah ditertibkan pihak kelurahan, tapi hanya separuhnya. Akibat tindakan yang kurang tegas, akhirnya sepanjang sisi jalan yang seharusnya taman menjadi kumuh", ujarnya, Warga menduga ada permainan 'jual-beli' yang dilakukan aparat, sehingga jalur hijau itu kembali marak dipenuhi bangunan liar.
"Dengan membayar aparat, orang-orang itu bisa membangun seenaknya. Padahal mereka bukan warga sini, orang jauh," kata Yanto (40) warga lainnya.
Sementara itu Lurah Pejagalan, Alamsyah, SKM, ketika hendak dikonfirmasi terkait masalah ini tidak berhasil ditemui di ruang-annya. Menurut salah satu stafnya dia sedang keluar. "Pak Lurah sedang meninjau pembongkaran di bawah kolong tol," kata salah satu staf wanita yang seragamnya tidak menggunakan papan nama. Ditempat terpisah, Kepala Suku Dinas Perta-manan dan Pemakaman Jakarta Utara, Agustin Puji Astuti menuturkan kepada wartawan mengenai kegiatan yang dilakukan jajarannya. Menurut dia, pihaknya rutin melakukan penertiban reklame, spanduk dan baliho tak berizin di taman dan jalur hijau. Tercatat, sejak Januari hingga Mei, sudah 30 titik yang ditertibkan. Lokasi yang ditertibkan antara lain, taman jalur depan SPBU Jalan Pluit Selatan Raya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pluit Selatan dan Jalan Jembatan III.
Untuk menciptakan Jakarta Utara yang bersih dan indah, reklame, spanduk dan baliho tak berizin yang tersebar di taman dan jalur hijau ditertibkan petugas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman setempat. "Meski sering kami tertibkan, spanduk, baliho atau spanduk memang kerap muncul lagi. Tapi kami tetap rutin melakukan pengawasan dan penertiban," kata Agustin, Ke depan agar lebih efektif, untuk melakukan pengawasan dan penertiban, pihaknya akan melibatkan aparat kelurahan dan kecamatan.
"Kalau Lurah dan Camat kan paham serta memantau terus wilayahnya. Makanya kita berharap optimalisasi peranan mereka untuk ikut mengawasi serta menertibkan," tandas Agustin. (Alexander kali)
Rabu, 15 Juli 2015
Lurah Pejagalan Tidak Peduli Dengan Lingkungannya
Tersangka Pembunuh Angeline Sebut Soal Imbalan Rp 2 Miliar
Jakarta (MTI) Agustinus Tai Andamai (25 tahun) mengaku dibayar oleh ibu angkat Angeline, Margareth, untuk menghabisi nyawa bocah mungil tersebut.
"Ya (saya dibayar)," kata Agus menjawab pertanyaan wartawan di Mapolresta Denpasar, Sabtu 13 Juni 2015.
Agus mengaku menyesali perbuatannya. Dari pengakuan Agus, uang sejumlah Rp2 miliar akan dibayar Margareth pada 25 Mei 2015, sembilan hari setelah ia membunuh Angeline. Ditanggal itu pula, Agus berhenti bekerja sebagai pembantu di rumah Angeline.
Pengakuan Agus ini sama persis dengan yang diutarakannya kepada anggota DPR, Akbar Faisal. Akbar yang usai bertemu Agus menuturkan, jika pria asal Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT), itu diiming-imingi sejumlah uang oleh ibu angkat Angeline, Margareth.
"Tadi, saat saya mengunjungi sel tahanan tersangka, dia (Agus) mengaku kepada saya, kalau dia dijanjiin Rp2 miliar oleh ibu angkat Angeline," jelas Akbar.
Akbar mengaku, telah menyampaikan pernyataan Agus ini kepada pihak penyidik Polresta Denpasar.
"Itu akan digali lagi sebagai fakta baru dari kasus ini. Saya akan mengawal kasus ini hingga tuntas," jelas Ketua DPP Partai Nasional Demokrat (NasDem) tersebut. Kedatangan Akbar ke Bali adalah dalam rangka mengunjungi tersangka Agus. Menurut Akbar, dia penasaran dengan pengakuan Agus yang selalu berubah-ubah ke penyidik Polri, dan ingin bertemu langsung dengan tersangka (Red)
Bakal Calon Wakil Walikota Perkuat Jaringan Bentuk Tim Relawan
Tangsel (MTI) Puluhan komunitas dari berbagai element padati restoran sari boboko jalan raya viktor, berbagai cara di lakukan oleh calon wakil walikota dari jalur independent (non partai) di antaranya membentuk tim kader sebagai stimulus konsep pemenangan.
Namun konsep ini tergolong unik, keunikan pernyataan sikap tidak seperti biasanya yang pernah kita lihat dalam kancah politik.
Pasalnya dengan konsep terbalik yang semula komunitas kecil yang sama sekali tidak pernah di perhatikan pada calon lainnya (konsern), biasanya para calon melihat banyaknya suara yang akan di hasilkan pada hari pemilihan. Kata liandi ketua tim pemenangan masruri bejo
Liandi menambahkan “kami membuka diri terhadap dukungan yang mengalir ke kami, contohnya komunitas kecil yang tidak di perkirakan sebelumnya ternyata ada yang menamakan dirinya komunitas pedagang lele, komunitas pedagang balon, komunitas sandal jepit, komunitas pedagang seafood hingga komunitas penjual tempe, tahu, jamu dan lain sebagainya.”
“Dengan dasar ini saya dan teman teman yang punya perspective yang sama dalam memperjuangkan hak politik kami sebagai orang kecil.”
Hal serupa juga di utarakan oleh bakal calon wakil walikota masruri bejo, “kami seakan memiliki tugas dan tanggung jawab moral khususnya dari perwakilan kaum marginal, dan saya pribadi menyatakan siap membawa aspirasi mereka untuk maju menjadi wakil walikota Tangerang selatan. Saya filosofikan kami ini sebagai kumpulan semut yang akan melawan kelompok gajah, bagi saya tidak ada yang mustahil jika kita mempunyai maksud yang positif untuk masyarakat tangerang selatan khususnya.”
Sedangkan Pembina LKB (Lembaga Komunitas Bersatu)DR. Bambang SH yang mewadahi hampir semua ormas LSM di Tangerang selatan mengatakan masruri bejo ini punya keunggulan khusus, dalam hal bergaul bejo punya rasa toleransi yang tinggi kepada lingkungan tanpa memandang ras dan golongan tertentu. Saya rasa kriteria pemimpin yang ada padanya sudah mewakili warga tangerang selatan. Selama punya tujuan untuk membangun Tangsel siapapun orangnya akan kami dukung penuh Tutup bambang. (Adit)
Tangsel Gelar Kompetisi Pemuda Pelopor
Tangerang Selatan (MTI) Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah menyeleksi puluhan pemuda dan pemudi dari 7 kecamatan di wilayahnya untuk ditetapkan sebagai pemuda pelopor penerus bangsa.
Chaerudin, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel, mengatakan proses seleksi dilakukan secara ketat oleh tim panelis dengan kriteria khusus untuk memilih wakil Tangsel ikut dalam seleksi di tingkat provinsi Banten.
“Pastinya mereka yang eksistensinya selama ini diakui para tokoh dan aparatur wilayah tempat tinggalnya, karena peserta harus berkarakter sebagai pelopor kreatif dan inovatif dalam berbagai bidang,” katanya. Menurutnya, kriteria pemuda semakin mumpuni bila ditunjang dengan kepribadian religious, yang tumbuh dan berkembang sebagai individu berjiwa kreatif, serta mampu menunjukan martabatnya di lingkungan sosial masyarakat dan bernegara.
Dia menjelaskan materi seleksi mencakup 5 bidang yaitu bidang pendidikan, sosial, budaya, pariwisata, dan bela negara. Setiap peserta diberi kebebasan untuk memilih salah satu bidang itu sesuai dengan persoalan yang dikuasainya.
Apalagi, lanjutnya, ketika peserta mendaftarkan diri, pihak tim panelis langsung melakukan pengecekan kegiata pemuda itu, alamatnya dimana dan sudah berapa lama aktivitasnya digeluti. “Penilaianya apakah kegiatan itu bisa bermanfaat bagi diri dan orang lain, ini yang paling penting. Maka, bila datanya sudah masuk, Dispora akan mengecek ke lapangan apakah benar atau tidak,” ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Dispora Kota Tangerang Selatan, melalui laman resmi Tangsel, menjelaskan kompetisi akan memilih 5 orang peserta terbaik untuk diajukan ke tingkat provinsi Banten dan jika berhasil langsung diikutkan dalam seleksi tingkat nasional. (Red)
Minggu, 28 Juni 2015
Olimpiade Militer Dunia, TNI Targetkan 10 Besar
Jakarta (MTI) TNI akan mengikuti kejuaraan Olimpiade Militer Dunia ke 6 di Mungyeong, Korsel, Oktober 2015. Mabes TNI berharap TNI dapat meningkatkan prestasinya dalam kejuaraan di kancah internasional tersebut.
Mabes TNI mengharapkan kontingen militer Indonesia bisa meningkatkan prestasi dan masuk 10 besar dalam Olimpiade Militer di Mungyeong, Korea Selatan, Oktober 2015. Pada penyelenggaraan sebelumnya, TNI finis di peringkat ke-22, "Semoga dengan persiapan yang matang, target itu Insya Allah bisa berhasil," kata Letjen TNI Syafril Mahyudin usai menutup kejuaraan 'Multi Event Panglima TNI 2015', di Lapangan Sepak Bola Mabes TNI, Cilangkap.
Dalam Olimpiade Militer yang akan diikuti 134 negara, TNI fokus pada lima cabang olahraga unggulan yaitu menembak, atletik, terjun payung, "orienteering", dan layar. "Tapi kami juga tidak mengabaikan cabang olahraga lainnya," tutur Letjen TNI Syafil Mahyudin. Untuk meraih capaian itu Syafril mengatakan TNI akan melakukan persiapan intensif dengan melakukan latihan rutin untuk seluruh prajurit. (Red)
Pappri Tangsel Akan Mencari Potensi Berbakat
Tangerang Selatan (MTI) Progres Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) Kota Tangerang Selatan kedepan berencana akan mencari potensi-potensi berbakat khususnya didunia tarik suara. segmentasi ini dimulai dari seputar wilayah kota tangerang selatan, kegiatan-kegiatan yang deselenggarakan PAPPRI TANGSEL selalu mendapat respon positif dan dukungan penuh dari pemerintah kota tangsel, ibu Hj.Airin Rachmi Diani,SH,MH audisi yang telah dan akan diseleng-garakan selain untuk mencari bibit penyanyi berbakat juga kiprah PAPPRI sesuai dengan misi dan visi-nya akan membatu Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam hal ini berperan aktif dalam melestarikan dan mening-katkan opini positif di kancah seni dan budaya, sinergisitas ini terjalin erat dengan Kantor Badan budaya dan pariwisata Kota Tangsel, Bp. H.Yanuar Sip.Msi yang akrab disapa bapak Awang..pergerakan PAPPRI TANGSEL inipun tak luput dari dukungan KESBANGPOLINMAS yang dikepalai oleh Bp. H Salman faris dalam hal ini beliau kedua-duanya bertindak selaku sebagai pembina tekhnisnya.
Audisi berencana akan diadakan keliling outlet karaoke disekitar kota tangsel, audisi yang pertama diselenggarakan di Mucelo KTV wilayah pamulang ,sementera audis kedua telah diselenggarakan di D'Voice Bintaro, rencana pada bulan Agustus pasca puasa kembali akan digelar audisi serupa di Diva Alam Sutera hasil dari kegiatan tersebut telah tersaring beberapa orang yang telah memegang ticket IDOL idol tsb, untuk memperoleh ticket penyaringannya cukup ketat dan kompetitif sehingga para peserta hasil penyaringan idol tersebut bisa diandalkan dan memiliki nilai jual di publik market dan industri musik, sementara Panitia telah menyiapkan 500 ticket untuk kegiatan tersebut, penyaringan ini terus diadakan di seluruh tempat (outlet) Karaoke di sekitar tangsel, kurang lebih 30 outlet karaoke yang terdata di BUDPAR Tangsel telah disambangi oleh sekretaris PAPPRI Denny Djalu's dan mereka pada umumnya para pengusaha outlet menyam-but positif serta antusias dengan kegiatan Lomba Karaoke dan Audisi Idol yang diselenggarakan oleh PAPPRI. Rencana PAPPRI TANGSEL dan Panitia yang ditunjuknya dari kegiatan lomba dan audisi ini dari 500 ticket yang telah tersebar pada juara audisi akan kembali di pentaskan di HUT Tangsel yang ke-7 september – desember mendatang, untuk memperebutkan gelar juara UMUM dan harapan sekretaris PAPPRI Denny djalu,s Juara Umum ini dapat menjadi Duta Tangsel yang akan mewakili Kesenian Kota Tangerang Selatan. (Denny Djalu’s)
GUBERNUR JATIM, MEMBUKA “PORPOV JATIM V”
BANYUWANGI (MTI) Upacara pembukaan Pekan Olahraga Provinsi (Propov) Jatim V Tahun 2015 di Kabupaten Banyuwangi mendapatkan Apresiasi Gubernur Jatim Soekarwo. Pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu mengatakan openening cerenony Porpov V Jatim 2015 yang diseleng-garakan di Stadion Diponegoro, Banyuwangi (06/06) sabtu malam minggu, sangat mengagumkan dan bahkan diawal sambutannya, Pakde Karwo sempat berpantun. Melalui pantun Pakde Karwo, beliau menyatakan kekagumannya pada Banyuwangi. “makan kabuli makanan sehat, Bupati dan Rakyat Banyuwangi memang hebat,” jelasnya. Porpov tidak akan sehebat seperti yang tersaji di Stadion Diponegoro malam itu tanpa kerja keras rakyat dan pemimpin Banyuwangi. “saya sangat bangga, dalam pelaksanaan pembukaan Porpov Jatim V di Banyuwangi ini sangat bagus,” kata beliau.
Selain mengagumi pelak-sanaan upacara pembukaan, Pakde Karwo Gubernur Jatim mengingat para Wasit untuk mengedepankan Sportivitas, Kejujuran, dan Profesional. “Kalau Wasit bertindak jujur dan profesional, maka semangat Attlet untuk ber-prestasi akan betul-betul tumbuh,” tutur beliau. Pakde Karwo mengatakan Opening Ceremony Porpov Jatim V Tahun 2015 sangat Spektakuler. Menurut beliau, pembukaan Gubernur Soekarwo juga berpesan kepada para Atlet untuk menjadikan Porpov Jatim V tahun 2015 sebagai Pintu Gerbang menuju prestai Tingkat Dunia . “Porpov tidak hanya disiapkan untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON), akan tetapi juga untuk menyongsong Pesta Olahraga Internasional,” jelasnya. Sementara itu, Bupat H. Abdullah Azwar Anas mengatakan “prestasi dari berbagai pihak terhadap pelaksanaan Opening Ceremony Porpov Jatim di Bnayuwangi, itu akan semakin memicu Pemkab. Banyuwangi untuk memper-tahankan pelaksanaan Porpov di Bumi Blambangan berjalan baik ” hingga akhir. “sistem Porpov yang sudah berjalan baik akan dipertahankan. Kita dengan panitia besar Propov memiliki sistem untuk mengeksekusi masalah. Itu akan Kita pertahankan. katanya
Bupati Anas mengatakan, salah satu kegiatan yang paling berat pada pelak-sanaan Pesta Olahraga paling Akbar seJatim, itu adalah upacara pembukaan. Sebab, kegiatan Opemimg Ceremony melibatkan banyak orang dan membutuhkan Konsolidaritas yang luar biasa. “saya berterimakasih kepada masyarakat Banyuwangi dan semua pihak yang terlibat, karena dukungan Publik yang kuat, maka kegiatan ini dapat berjalan baik,” tutur beliau. Bupati Anas menambahkan, pihaknya selalu mencuri momen untuk menampilkan identitas Budaya Lokal pada setiap kegiatan even yang digelar di Bumi Blambangan. “seperti saat pembukaan Porpov jatim V dan Kita tetap menampilkan identitas Budaya Lokal Banyuwangi, salah satunya melalui Tari Gandrung Kolosal,” jelasnya.
Opening Ceremonuy Porpov Jatim V tahun 2015 menampilkan perpaduan Apik antara Budaya Lokal Banyuwangi dan sentuhan Teknologi, dan permainan lampu yang menawan, Visualisasi Alam Banyuwangi melalui Giant Screen mampu membuat penonton terkesimak dan kagum.
Bahkan, setelah Api Porpov dinyalakan sebagai tanda pertandingan Porpov Jatim V dimulai, langit dipenuhi cahaya kembang Api yang begitu menawan, pesta Kembang Api berlangsung selama kurang lebih 15 menit. Semangat penonton ikut bergelora ketika Master Of Ceremony (MC) meneriakkan nama grup band Radja, dan penonton ikut bersorak sorai menantikan grup band asal Banjarmasin tersebut membawakan lagu-lagu Hitsnya. Namun sayang, sesaat sebelum grup band Radja perform, hujan deras datang dengan tiba-tiba mengguyur kawasan Stadion Diponegoro dan sekitarnya. Penonton sempat menunggu penampilan grup band Radja yang melejit lewat lagu yang berjudul “Jujur” tersebut hinnga pukul 24.00 wib, akan tetapi kondisi tidak memungkinkan, Radja yang sudah siap-siap naik ke pentas dan membawakan lagu-lagu Hitsnya mereka pun gagal tampil. Perlu diketahui para undangan yang hadir dipembukaan Porpov Jatim V 2015 diikuti semua Bupati dan Walikota, KONI se Jatim, dan mulai awal pembukaan hingga akhir pembukaan Porpov Jatim V tahun 2015 berjalan lancar dan sukses. (Djoni)Senin, 22 Juni 2015
Kecacatan dan Kegagalan Kurikulum Pendidikan Indonesia
Tangerang Selatan (MTI) Dengan bergantinya mentri berganti pula aturan dan kurikulum pendidikan di Indonesia, kurikulum sudah mengalami salah pemak-naan. Menyelenggarakan pendidikan hanya secara instan. Jika di tinjau dari aspek kepentingan pribadi, itu masih kita anggap benar, apalagi kita di hadapkan dengan system pendidikan yang carut marut, Yang akan semakin mendapat pembe-naran. Tetapi jika kita menggunakan paradigma kebangsaan, keummatan, kerakyatan, atau kebutuhan makro, maka ada hal-hal yang harus kita cermati dan kritisi.
Hingga saat ini masalah pendidikan masih menjadi perhatian khusus oleh pemerintah. Pasalnya Indeks Pembangunan Pen-didikan Untuk Semua atau education for all (EFA) di Indonesia menurun tiap ta-hunnya.
Salah satu penyebab rendahnya indeks pemba-ngunan pendidikan di Indonesia adalah tingginya jumlah anak putus sekolah. Selain itu Indonesia tidak hanya mengalami masalah pendidikan anak putus sekolah namun mulai dari buruknya infrastruktur hingga kurangnya mutu guru. Masalah utama pendidikan di Indonesia adalah kualitas guru yang masih rendah, kualitas kurikulum yang belum standar, dan kualitas infrastruktur yang belum memadai.
Selain itu Carut marut pendidikan kita ternyata bermula dari visi, misi, tujuan, kuri-kulum, metode sampai eva-luasi pendidikannya. Bahkan tidak hanya pada konsep, namun tataran teknis pun demikian. Dari sisi akademis, kurikulum yang senantiasa berganti dan kontroversi pelaksanaan ujian nasional masih menjadi momok tahunan. Kisruh Ujian Nasional (UN) yang baru-baru ini terjadi merupakan bukti nyata atas semua kondisi memprihatinkan tersebut.
Apalagi jika sekarang ini dihadapkan dengan carut marutnya pendidikan adanya perubahan kurikulum pen-didikan yang menjadi ritual setiap tahunnya, ini akan membuat proses belajar mengajar terganggu. Terlebih jika inti kurikulum yang digunakan berbeda dengan kurikulum lama sehingga mengakibatkan penyesuaian proses pembelajaran yang cukup lama.
Sebenarnya ini merupakan bukti kelemahan sistem pendidikan yang merupakan produk dari sistem pemerintahan demokrasi kapitalisme. Masyarakat mengakui bahwa kita memang belum punya konsepsi yang jelas mengenai substansi pendidikan yang dapat dijadikan kompas bagi begitu banyak kegiatan dan inisiatif pendidikan di Tanah Air Padahal perubahan kurikulum Indonesia sudah mencapai sekitar sepuluh kali, yaitu tahun 1947, 1964, 1968, 1973, 1984, 1994, 1997, 1994, 2004, 2006, dan tahun 2013 (Kemendikbud, 2012).
Kritik apa lagi yang tidak dilontarkan terhadap Kemendiknas. Yang pasti, dari dulu setiap ganti menteri yang menangani pendidikan, selalu gonta-ganti kebijakan, bahkan kurikulum. Orang-orang yang bertugas di bidang pendidikan nasional selalu suka 'coba-coba' program, kebijakan, ter-masuk istilah-istilah. Hingga kini, masalah pendidikan kita seabrek jumlahnya, dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi - semuanya sarat dengan masalah.
Tak terbayang, dengan kondisi seperti itu, mampukah terwujud generasi unggul berjiwa pemimpin? Bagaimana wajah negeri ini di masa depan? Alih-alih mewujudkan generasi berjiwa pemimpin, yang ada adalah the lost generation. Sistem pendidikan telah gagal mencapai tujuannya.
Pendidikan dalam pola pandang kapitalisme dianggap hanya sekedar pembantu untuk mencetak buruh - buruh kelas menengah yang memiliki keterampilan (buruh dalam kacamata kapitalisme adalah mesin berwujud manusia yang hanya akan dianggap berguna ketika ia mampu berfungsi. Tidak dianggap memiliki jiwa, perasaan, dan kalau sudah “rusak” tinggal dibuang lewat mekanisme PHK.) sedikit lebih baik dari mereka yang tidak berpen-didikan. Kini pendidikan hanya dianggap sebagai sarana atau bekal untuk mencari kerja. Padahal tujuan pendidikan sejatinya adalah sarana menuntut ilmu, membentuk sikap dan kepribadian seseorang. Sebagai contoh orang berbondong-bondong mengejar sebuah gelar “Sarjana” tanpa benar-benar memahami fungsinya. Ketika Program Sarjana tidak menghasilkan produk seperti yang diharapkan maka Perguruan Tinggi dituntut untuk menerapkan nilai kepraktisan dalam kuri-kulumnya. Jika ini dibiarkan, maka ke depan ilmu hanya akan berkembang sesuai kebutuhan para pemilik modal (kapitalis), karena kualitas out put pendidikan sekarang dinilai oleh pasar. Maka mau tidak mau sekolah dan Perguruan Tinggi saat ini harus mengikuti arus pragmatis. Hal inilah yang sedang menjangkiti para pelajar, mahasiswa, aktivis, bahkan dosen ataupun guru.
Tapi seiring dengan perkembangan zaman, pola yang sedemikian tidaklah lagi perlu dicapai lewat jalan pendidikan (baca:sekolah), karena keterampilan – keterampilan tersebut ternyata bisa didapat lewat jalur lain. Kini ketika sekolah sudah tidak lagi efisien menjadi pemasok buruh bagi pabrik – pabrik industry, maka sekolah pun dialih fungsikan menjadi “pabrik” itu sendiri dengan harapan mampu melahirkan produk siap pakai bernama “buruh profe-ssional”. Jika dulu kema-nusiaan manusia itu direnggut saat mereka bekerja, kini kemanusiaan kita direnggut sejak masuk sekolah.
Lurah Beserta Jajarannya Yang Bersih Dari Narkoba
Tangerang Selatan (MTI) Kalau kita bicara tentang penyelamatan anak bangsa dari penyalah gunaan narkoba kelurahan serua bisa dijadikan barometer awal yang harus dicontoh oleh kelurahan-kelurahan lain dan instansi di pemerintah kota tangerang selatan.
Ketika orang berbicara mengenai masalah penyalahgunaan Narkoba, Banyak hal yang perlu dan harus dilakukan untuk mencegahnya, masyarakat jangan sampai melakukan penyalahgunaan dan menderita keter-gantungan narkoba, baik oleh anak-anak, remaja, hingga orang tua. Hingga kini penyebaran narkoba sudah tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Harus diakui bahwa Kelurahan Serua adalah kelurahan pertama di Kota Tangerang selatan yang telah mendeklarasikan diri sebagai kelurahan bersih narkoba. Meski ini baru terbatas pada lurah dan seluruh staf kelurahan yang telah melakukan tes urin, namun ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat seluruh Tangerang Selatan untuk menjauhi narkoba.
Lurah dan seluruh staf Kelurahan Serua telah dinyatakan bersih dari narkoba melalui 'test urine' yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangerang Selatan, di Kantor Kelurahan Serua, Kecamatan Ciputat, beberapa waktu lalu. Harus diketahui bahwa narkoba telah merambah ke lingkungan di sekitar kita, dan narkoba mengancam seluruh lapisan masyarakat, remaja, dewasa, eksekutif, legislatif, bahkan dari aparat yudikatifnya, ujar Tomy Patria Edwardy, ST., MSi., Lurah Serua
“Bersih dari narkoba perlu dimulai dari aparatur pemerintahnya terlebih dahulu, baru kemudian masyarakatnya. Kami akan libatkan seluruh lapisan masyarakat dan tentu saja BNN Tangsel dalam melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah kelurahan Serua ini, kami juga mengharapkan dukungan dan kerja sama dari tokoh masyarakat dan alim ulama ujar Lurah.
Saya menyadari ini bukan kerjaan yang mudah, perlu kerja keras disertai keberanian, pencegahan adalah hal utama yang harus kita lakukan itupun memerlukan dukungan dari masyarakat sendiri maupun instansi terkait lainnya dan pekerjaan ini tidak boleh dilakukan setengah-setengah harus berkesinam-bungan serta terprogram dengan jelas lebih baik kita mencegah dari pada mengobati tambah Lurah. (Juanda)PERPISAHAN DAN SATUNAN ANAK YATIM DI PAUD BUDI MULYA
Tangerang Selatan (MTI) Ketua Umum Lembaga Komunitas Bersatu (LKB) DR. Bambang Sudirmanto SH, M.Kn, dan Ketua Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kota Tangerang Selatan Rohana hadiri acara perpisahan Pendidikan anak usia dini (PAUD) Budi Mulya di jalan. Cimandiri Rt. 001 Rw. 008 No. 49 Kelurahan Cipayung Kecamatan Ciputat.
Acara yang dihadiri sekitar 140 orang, siswa 60 orang anak , Ketua Umum LKB, Ketua DPC AWDI Tangerang Selatan, Wali Murid dan Komite serta Tokoh Masyarakat di Kelurahan Cipayung berjalan sukses dan lancar dan ini adalah perpisahan tahun ke 8 (delapan).
Ketua Umum Lembaga Komunitas Bersatu (LKB) DR. Bambang Sudirmanto SH, M.Kn meminta dengan adanya anak-anak yang telah lulus PAUD ini kiranya disambungkan ke TK dan di damping dalam menimba ilmu sehingga akan menjadi generasi idaman sesuai cita-cita mereka. “ mari kita semua menjadi sosok dalam proses pembelajaran mereka yang kelak akan memimpin negara yang kita cintai ini”.
Ketua Dewan Perwakilan Cabang Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) Kota Tangerang Selatan Rohana juga mengutarakan Apresiasi yang sangat dalam kepada semua pihak, bahwa anak-anak yang telah diproses selama satu tahun memang mengalami perkembangan yang sangat signifikan, yakni sudah bisa melakukan sesuai apa-apa yang dianjurkan sesuai permendiknas No 58. Pendidikan anak usia dini.
Acara yang sangat meriah juga di tampilkan tarian, bacaan doa, bacaan ayat pendek dan santunan anak yatim dari putra-putri Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Budi Mulya, ucapan terimakasih juga disampaikan kepada guru yang telah mengasuh dengan sabar selama pembelajaran setahun terakhir ini. (Juanda)
Sabtu, 20 Juni 2015
KETUA HARIAN IKATAN KELUARGA MINANG (IKM) TANGERANG SELATAN YONNOVIAR, SH
SAIYO SAKATO KITO, BAREK SAMO DIPIKUA, RINGAN SAMO DIJINJIANG
Tangrang Selatan (MTI), Kepengurusan Ikatan Keluarga Minang (IKM) tangerang selatan berdasarkan musyawarah besar diketuai oleh Abd. Rahman, dan Yonnoviar, SH dipercaya sebagi ketua harian, Yang sering disapa Yono, pria low profile ini diharapkan dapat mempersatukan dan mempererat tali silaturahmi diantara para perantau dan masyarakat minang yang ada di tangsel, “hampir di seluruh pelosok nusantara ini selalu kita jumpai orang
Minang Karena orang Minang hidup dan di besarkan oleh adat yang sangat demokratis, sehingga melahirkan jiwa-jiwa yang merdeka, bebas berekspresi, bebas bersuara, orang Minang tak pernah mengenal kata menyerah dan takut kerena setiap langkah dan gaya hidupnya diken-dalikan oleh aturan bukan oleh seseorang, aturan disini adalah adat dan agama, selagi dalam adat dan agama tidak melarang, orang minang tidak akan menghiraukan larangan siapapun. Ini lah menyebabkan jiwa-jiwa yang terlahir dari rahim Minang itu merdeka... !!
Seiring dengan perbilangan : TAK TAKUIK DIBAGAK URANG, TAK HAROK DI KAYO URANG, SALAGI HIDUIK LAI BARADAT, TAAT BAUGAMO, KAMANO PAI URANG SAYANG, USAH TAKUIK JO GALOMBANG, BAPANTANG MATI SABALUN AJA. Ujar beliau. “
Pria energik dan berkumis ini mempunyai komitmen bagai mana cara membuat ma-syarakat minang lebih maju, dengan membaca peluang, kretifitas, ulet, dan dikenal diberbagai lapisan masyarakat tangsel, beliau juga perantau sejati yang telah banyak pengalaman hidupnya, pernah menjadi guru di SMK muham-madiyah dan PNS di kantor bupati cane (aceh tenggara).
Yono juga menyebutkan, di Tangsel, perantau Minang sebagian besar bekerja di sektor in formal, pedagang kaki lima, yang butuh perhatian dari pemerintah kota Tangerang Selatan, beliau juga mengajukan permohonan kepada walikota tangerang selatan Airin rachmy Diany bahwa saat ini pedagang kaki lima seakan-akan tidak diberi tempat, bahkan mereka berdagang di lorong-lorong yang sepi pengunjung. Yono berharap kepada walikota tangsel agar mereka dapat diperhatikan, sebab menurut Yono, mereka ini juga ikut berkontribusi pada perekonomian Kota Tangerang selatan, dan Airin pun berharap agar Ikatan Keluarga Minang Tangsel turut berpartisipasi. membantu dan mendukung kebijakan penataan dan kebersihan kota tangsel dengan mendata anggotanya yang berprofesi sebagai PKL, mengingat banyaknya masyarakat Minang yang berprofesi sebagai pedagang di Tangerang Selatan. Disisi lain masalah kesenian, beliau pun berkomitmen akan melestarikan keenian dan kebudayaan minang ini dibuktikan ketika ada acara-acara yang bernuansa minang yono selalu menampilkan kesenian-kesenian minang sebab dengan kesenian ini akan mempermudah memper-temukan masyarakat minang ditangsel yang berjumlah lebih dari 120 ribu orang untuk mendukung kelancaran kegiatan kesenian minang ini beliau telah membeli beberapa alat kesenian minang antara lain: tambua, telempong, gandang, keyboard dan kesenian ini sebagai jembatan untuk kito basamo SAIYO SAKATO BAREK SAMO DIPIKUA, RINGAN SAMO DIJINJIANG. (Juanda)
Tangrang Selatan (MTI), Kepengurusan Ikatan Keluarga Minang (IKM) tangerang selatan berdasarkan musyawarah besar diketuai oleh Abd. Rahman, dan Yonnoviar, SH dipercaya sebagi ketua harian, Yang sering disapa Yono, pria low profile ini diharapkan dapat mempersatukan dan mempererat tali silaturahmi diantara para perantau dan masyarakat minang yang ada di tangsel, “hampir di seluruh pelosok nusantara ini selalu kita jumpai orang
Minang Karena orang Minang hidup dan di besarkan oleh adat yang sangat demokratis, sehingga melahirkan jiwa-jiwa yang merdeka, bebas berekspresi, bebas bersuara, orang Minang tak pernah mengenal kata menyerah dan takut kerena setiap langkah dan gaya hidupnya diken-dalikan oleh aturan bukan oleh seseorang, aturan disini adalah adat dan agama, selagi dalam adat dan agama tidak melarang, orang minang tidak akan menghiraukan larangan siapapun. Ini lah menyebabkan jiwa-jiwa yang terlahir dari rahim Minang itu merdeka... !!
Seiring dengan perbilangan : TAK TAKUIK DIBAGAK URANG, TAK HAROK DI KAYO URANG, SALAGI HIDUIK LAI BARADAT, TAAT BAUGAMO, KAMANO PAI URANG SAYANG, USAH TAKUIK JO GALOMBANG, BAPANTANG MATI SABALUN AJA. Ujar beliau. “
Pria energik dan berkumis ini mempunyai komitmen bagai mana cara membuat ma-syarakat minang lebih maju, dengan membaca peluang, kretifitas, ulet, dan dikenal diberbagai lapisan masyarakat tangsel, beliau juga perantau sejati yang telah banyak pengalaman hidupnya, pernah menjadi guru di SMK muham-madiyah dan PNS di kantor bupati cane (aceh tenggara).
Yono juga menyebutkan, di Tangsel, perantau Minang sebagian besar bekerja di sektor in formal, pedagang kaki lima, yang butuh perhatian dari pemerintah kota Tangerang Selatan, beliau juga mengajukan permohonan kepada walikota tangerang selatan Airin rachmy Diany bahwa saat ini pedagang kaki lima seakan-akan tidak diberi tempat, bahkan mereka berdagang di lorong-lorong yang sepi pengunjung. Yono berharap kepada walikota tangsel agar mereka dapat diperhatikan, sebab menurut Yono, mereka ini juga ikut berkontribusi pada perekonomian Kota Tangerang selatan, dan Airin pun berharap agar Ikatan Keluarga Minang Tangsel turut berpartisipasi. membantu dan mendukung kebijakan penataan dan kebersihan kota tangsel dengan mendata anggotanya yang berprofesi sebagai PKL, mengingat banyaknya masyarakat Minang yang berprofesi sebagai pedagang di Tangerang Selatan. Disisi lain masalah kesenian, beliau pun berkomitmen akan melestarikan keenian dan kebudayaan minang ini dibuktikan ketika ada acara-acara yang bernuansa minang yono selalu menampilkan kesenian-kesenian minang sebab dengan kesenian ini akan mempermudah memper-temukan masyarakat minang ditangsel yang berjumlah lebih dari 120 ribu orang untuk mendukung kelancaran kegiatan kesenian minang ini beliau telah membeli beberapa alat kesenian minang antara lain: tambua, telempong, gandang, keyboard dan kesenian ini sebagai jembatan untuk kito basamo SAIYO SAKATO BAREK SAMO DIPIKUA, RINGAN SAMO DIJINJIANG. (Juanda)Selasa, 16 Juni 2015
Rendahnya Kualitas Pendidikan Di Indonesia
Tangerang Selatan (MTI) Indonesia semakin hari kualitasnya makin rendah. Berdasarkan Survey United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), terhadap kualitas pendidikan di Negara-negara berkem-bang di Asia Pacific, Indonesia menempati peringkat 10 dari 14 negara. Sedangkan untuk kualitas para guru, kulitasnya berada pada level 14 dari 14 negara berkembang.
Salah satu faktor rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia adalah karena lemahnya para guru dalam menggali potensi anak. Para pendidik seringkali memaksakan kehendaknya tanpa pernah memperhatikan kebutuhan, minat dan bakat yang dimiliki siswanya. Kelemahan para pendidik kita, mereka tidak pernah menggali masalah dan potensi para siswa. Pendidikan seharusnya memperhatikan kebutuhan anak bukan malah memaksakan sesuatu yang membuat anak kurang nyaman dalam menuntut ilmu. Proses pendidikan yang baik adalah dengan memberikan kesempatan pada anak untuk kreatif. Itu harus dilakukan sebab pada dasarnya gaya berfikir anak tidak bisa diarahkan.
Selain kurang kreatifnya para pendidik dalam membimbing siswa, kurikulum yang sentralistik membuat potret pendidikan semakin buram. Kurikulum hanya didasarkan pada pengetahuan pemerintah tanpa memperhatikan kebutuhan masyarakat. Lebih parah lagi, pendidikan tidak mampu menghasilkan lulusan yang kreatif. Ini salahnya, kurikulum dibuat di Jakarta dan tidak memperhatikan kondisi di masyarakat bawah. Jadi, para lulusan hanya pintar cari kerja dan tidak pernah bisa menciptakan lapangan kerja sendiri, padahal lapangan pekerjaan yang tersedia terbatas. Kualitas pendidikan Indonesia sangat mem-prihatinkan. Berdasarkan analisa dari badan pendidikan dunia (UNESCO), kualitas para guru Indonesia menem-pati peringkat terakhir dari 14 negara berkembang di Asia Pacifik. Posisi tersebut menempatkan negeri agraris ini dibawah Vietnam yang negaranya baru merdeka beberapa tahun lalu. Sedang-kan untuk kemampuan membaca, Indonesia berada pada peringkat 39 dari 42 negara berkembang di dunia. Lemahnya input quality, kualitas guru kita ada diperingkat 14 dari 14 negara berkembang. Ini juga kesalahan negara yang tidak serius untuk meningkatkan kualitas pendidikan.(Juanda)
Senin, 25 Mei 2015
Kejagung Diminta Ambil Alih Kasus Hibah Tanah Di Kab. Rote Ndao, NTT Tahun 2011
JAKARTA (MTI) Sudah selayaknya kasus hibah tanah di Kabupaten Rote Ndao di ambil alih oleh Kejagung RI, Karena selama ini pihak kejaksaan Negeri Ba,a terkesan lamban menangani perkara tersebut, apakah perkara itu melibatkan Bupati (Ronda) dan beberapa petinggi pejabat setempat sehingga proses hukumnya pun terkesan tebang pilih alias berjalan di tempat,
Padahal lewat Pihak kejaksaan Negeri (Kejari) Ba,a I Gede Ngurah Srida, Kepada wartawan (22/5), menjelaskan bahwa Dugaan korupsi tanah hiba tahun 2011 silam, yang lokasinya dekat dengan Rumah jabatan Bupati Rote Ndao.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ba’a I Gede Ngurah Sryada, kepada Wartawan(22/5), mengatakan dalam kasus dugaan korupsi tanah hibah di Kabupaten Rote Ndao, aktor intelektual atau otak dalam kasus itu merupakan Bupati Rote Ndao Leonard Haning.
Menurut I Gede, Bupati merupakan aktor intelektualnya karena Bupati dengan mengeluarkan SK untuk menyetujui Penghibaan tanah tersebut untuk menjadi milik pribadi untuk beberapa oknum pejabat di Kabupaten Rote Ndao.
Namun, lanjutnya, sejauh ini pihak Kejari Ba’a Kabupaten Rote Ndao masih terus melakukan pendalaman terhadap kasus itu. Mulai dari pendalaman berkas dan pemeriksaan saksi-saksi serta lainnya untuk mendukung bukti-bukti kasus itu.
I Gede juga menambahkan, Mengenai kerugian Negara, terangnya, pihak Kejari Ba’a masih menunggu Perhitungan dari BPKP Nusa Tenggara Timur. Namun sejauh ini, menurut dia mencapai ratusan juta rupiah.
Ditegaskannya, jika saat itu Bupati Rote Ndao tidak menyetujui dan membuat SK penghibaan tanah itu, maka tidak terjadi kasus dan tidak terjadinya kerugian negara, namun karena dirinya menan-datangani SK itu yang dibahas di DPRD Rote Ndao maka terjadilah penghibaan tanah itu.
Perhitungan masih ditunggu, lanjutnya, karena pihak penyidik Kejari Ba’a masih melakukan pendalaman berkas kasus dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang diperiksa dalam kasus itu.
Mengenai keterlibatan Bupati, katanya, pihaknya harus melaporkan kasus itu ke Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dan dilakukan ekspos ke Kejagung RI. Untuk sejauh ini pihaknya telah melaporkan dan masih menunggu jadwal untuk diekspos ke Kejagung RI.
“Kami masih menunggu jadwal eksposnya di Kejagung RI. Untuk laporan sudah kami lakukan sesuai petunjuk sebelumnya ketika di ekspos di Kejati NTT, “ katanya.(Alex-Tim)
Desa Daroyon Tahun 2015 Terdepan Pembayaran PBB
Lebak (MTI) Desa Daroyon Kec.Cileles Kab.Lebak pada tahun 2015 paling terdepan pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) untuk tingkat Kec.Cileles. Hal ini patut di apreasi mengingat sesuai dengan komitmen Bupati Lebak untuk menggali pemasukan APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah) guna menjalankan Undang-Undang no.28 tahun 2009 tentang pajak saat sambutannya Kamis (12/2/2015) yang lalu dalam acara Gebyar Apresiasi Pajak Daerah tahun 2014 dan Launching PBB-P2 Kab.Lebak tahun 2015 di Halaman DPPKD (Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah) Kab.Lebak-Banten.
Sukma Jaya selaku Pjs Desa Daroyon menyampaikan bahwa berkaitan pembayaran pajak tahun 2014 sudah terlunasi adapun pajak untuk tahun 2015 insaalah akan dilunasi secepatnya karena kekurangannya sekitar Rp.3 jutaan lagi dari total yang harus di bayarkan ke Pemerintah Daerah sekitar Rp.18 juta 184 ribu 940 rupiah. Ujarnya saat ditemui di rumahnya Kp.Cibugang Pasir. Sabtu (28/3/2015) “ Untuk tagihan pajak tahun 2015 Desa Daroyon baru tanggal lima maret SPPT (Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang) diterima oleh Desa jadi belum satu bulan, tetapi alhamdulillah kira-kira tinggal Rp.3 jutaan lagi yang harus dilunasi dan insaallah akan segera dilunasi secepatnya ". Katanya Ia juga mengatakan hal ini bisa tercapai dengan cara memberdayakan perangkat desa seperti Kaur Desa serta Linmas yang dibentuk khusus tangani urusan pajak sebagai langkah pembuktian kinerjanya dan tentunya berkoordinasi juga dengan pihak RT serta penyadaran masyarakat yang mulai tinggi sehingga hasilnya sangat baik sekali. Jelasnya.
Selaku Kaur Pemerintahan Desa Daroyon Subarnas menambahkan bahwa pajak memang salah satu kewajiban kita untuk bisa dilunasi dengan cepat dan tentunya perlu disiasati penanganannya. Adapun sistem di Pemerintahan Desa Daroyon dengan cara mengirimkan surat kepada pihak RT tentang penjelasan bahwa pada hari dan jam serta tanggal yang ditentukan akan datang pihak dari Desa untuk menagih pajak sehingga RT pun menyampaikan kepada masyarakat akan hal itu. Paparnya
" Atas dasar penyampaian dari RT masyarakat berdatangan ke rumah RT sehingga kami dari pihak Desa tinggal menunggu masyarakat yang akan membayar pajak tersebut di rumah RT dengan waktu yang tidak ditentukan malah bisa sampai malam tetapi dengan sistem seperti itu hasilnya menjadi maksimal dan cepat masyarakat dalam melunasi pajak ". Pungkasnya. (Handa)
WARGA MINTA JALAN RUSAK SEGERA DI PERBAIKI
KI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk tidak ada lagi jalan yang berlubang dan air tergenang, di setiap wilayah masing masing. namun saat wartawan AWDI yang sedang melintas masih ada jalan yang rusak dan berlubang. Persis nya di depan pospol Tegal Alur, Jalan Raya Kamal sampai saat ini belum ditambal / diperbaiki.
Dari informasi yang di dapat di lokasi sudah hampir satu tahun jalan ini tidak pernah di perbaiki, serta jalan berlumpur, padahal di dekat jalan tersebut ada kilang pabrik cor beton “vitamix“ yang setiap hari beroperasi mobil molen keluar masuk.
Menurut salah satu warga RW 02, Mamad, Kelurahan Tegal Alur Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat mengatakan kamis (25\3), "banyak pengendara di malam hari yang jatuh dan ada juga yang sampai meninggal dunia, warga minta jalan itu ditinggikan dan sering terjadi banjir di lokasi tersebut", ungkapnya.
Saat di temui di ruangan kerjanya Lurah Tegal Alur, Ibu Anik mengatakan masih ada titik lokasi Tegal Alur yang harus ditindak Binamarga, sistem koordinasi mengakomodir Kelurahan Tegal Alur. warga banyak yang konflein di jalan Kamal Raya, bekas sodetan yang menimbulkan jalan itu jadi rusak dan berlubang katanya.
Sudah saat nya di perhatikan dan di bahas di musrembang tahun 2016 ini, Agar dapat di upayakan supaya tidak ada lagi jatuh korban jiwa, untuk para pengendara motor yang melintas karena jalan berlubang (Robert)
Rabu, 20 Mei 2015
Karya Bakti Umat Buddha Bersih-bersih TMPN Kalibata
Jakarta (MTI) -
Dalam rangka menyambut hari Trisuci Waisak 2559 BE yang jatuh pada
tanggal 2 Juni 2015, umat Buddha yang tergabung dalam Majelis Umat
Buddha Theravada Indonesia (Majubuthi) bersama Perwakilan Umat Buddha
Indonesia (Walubi) melaksanakan kegiatan karya bakti di Taman Makam
Pahlawan Nasional Kalibata, Minggu (17/05).
Menurut panitia
penyelenggara Suratman, S.Ag. menuturkan bahwa kegiatan karya bakti di
Taman Makam Pahlawan Nasional Kalibata ini antara lain doa bersama,
tabur bunga, membersihkan sampah yang berserakan, mengecat topi baja dan
membuang sampah-sampah ke truk yang sudah disediakan.
Dirjen
Bimas Buddha Kementerian Agama RI Drs. Dasikin, M.Pd. mengatakan, satu
hal yang sangat penting adalah kita sebagai umat Buddha harus menghargai
jasa-jasa para Pahlawan gugur yang telah berjuang memerdekakan Negara
Republik Indonesia tercinta ini.
Dan salah satu bentuk
penghargaan ini setiap menyambut Hari Trisuci Waisak umat Buddha,
Majelis Walubi. Setiap Tahun selalu melakukan karya bakti ini, sebagai
bentuk penghargaan atas jasa-jasa para Pahlawan di negeri ini.
Dihadiri oleh Para Bhikkhu Sangha, Pembimas Buddha Provinsi DKI Jakarta Soewanto, S.Ag, MM., Ketua DPD Majubuthi Pandhita Go Tjeng Sun (panggilan akrab Romo Asun), dan Ketua Walubi Ir. Arief Harsono, M.Pdb. (Agung 6444)
Dihadiri oleh Para Bhikkhu Sangha, Pembimas Buddha Provinsi DKI Jakarta Soewanto, S.Ag, MM., Ketua DPD Majubuthi Pandhita Go Tjeng Sun (panggilan akrab Romo Asun), dan Ketua Walubi Ir. Arief Harsono, M.Pdb. (Agung 6444)
OKNUM PPTK DINAS PENDIDIKAN MENGAMINKAN MEMAKAI BARANG BEKAS
Tangerang Selatan (MTI) Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada Tahun 2012 telah mengalokasikan dana melalui dana aspirasi untuk renovasi sekolah - sekolah yang berada di Tangerang Selatan sebesar Rp. 199. 000. 000 per sekolah, dana itu diperuntukan untuk mengganti atap (kap) dari baja ringan, yang kurang tinggi ditambah ketinggiannya, penggantian kusen yang rusak, lantai keramik dan pengecetan yang sebagai PPTKnya adalah RJ dari Dinas Penddikan Tangsel dalam pengerjaannya banyak ditemui kejanggalan antara lain baja ringan yang digunakan adalah Baja ringan milik sekolah yang dibongkar dipakai lagi, kusen-kusen tidak ada yang diganti, pengecetan asal-asalan, keramik yang diganti hanya beberapa Meter saja, ketika hal ini dikonfirmasikan kepada RJ kenapa hal ini terjadi? dengan nada tinggi RJ menjawab baja ringan untuk kap atap boleh memakai barang bekas ketika ditanya lagi, kenapa baja ringan sekolah yang sudah dibongkar dinaikkan kembali RJ pun menjawab itu bukan punya sekolah, tapi beli dilapak rongsokan, hal ini sangat mengejutkan pihak media dan menimbulkan kecurigaan. awak media pun mencecer dengan pertanyaan - pertanyaan yang ditemukan dilapangan, berapa kusen yang diganti, berapa keramik yang diganti, kenapa pengecetan asal - asalan dan memakai cat yang tidak sesuai dengan yang di RAB RJ menjawab tidak ada RAB-RAB an semua apa kata saya, semua sudah di CCO kan dan KADIS pun apa kata saya jawab RJ dengan arogan, awak media pun bertanya dengan sabarnya kenapa proyek - proyek atau pekerjaan ini tidak memakai plang proyek RJ pun menjawab itu bukan urusan anda, RJ pun mulai unjuk gigi tidak ada wartawan di tangsel ini yang berani sama saya kalian kalau mau tulis ya tulis saja kalau mau lapor ya lapor saja, semua tidak ada gunanya, buktinya sampai sekarang aman-aman saja, bukan itu saja beberapa kepala sekolah juga mengeluh dengan bongkaran atap sekolah yang RJ instruksikan untuk dikumpulkan dan dicabutin paku - pakunya. itu kan bukan tugas saya sebagai kepala sekolah ujar kepala sekolah kepada awak media tangsel indonesia ini sangat keterlaluan masa kepala sekolah disuruh RJ cabutin paku dan meng-umpulkan balok - balok dan reng-reng bekas bongkaran sekolah.
Dan RJ pun menyuruh kepala sekolah untuk mengumpulkan ditempat yang aman agar memudahkan RJ untuk mengangkutnya, dibawa kemana kah bongkaran sekolah yang dibawa RJ? dengan adanya temuan ini diharapkan pihak BPK dengan Kejaksaan turun kelapangan untuk melihat bukti fisik yang masih ada dan mengusutnya. (Rohana)
Senin, 18 Mei 2015
PEMBUATAN JALAN DAN SALURAN AIR DI JALAN RUSA TIDAK SESUAI BESTEK
Tangerang Selatan (MTI) Perbaikan Jalan dan saluran air di Jl. Menjangan dan Jl. Rusa kelurahan pondok ranji kecamatan ciputat timur diduga tidak sesuai dengan bestek sewaktu awak media datang kelokasi tersebut untuk konfirmasi sesuai dengan aduan masyarakat dan LSM, dilapangan awak media bertanya kepekerja ini proyek dari mana ?, memakai anggaran apa?, berapa lama pekerjaannya?, karena papan proyeknya tidak ada, pekerja menjawab mereka tidak tau yang menyuruh mereka Komar awak media pun bertanya bagaimana caranya kami dapat menghubungi komar, tiba - tiba dari salah seorang pekerja itu ada yang berteriak ada apa tanya-tanya ini proyek dewan, awak media pun bertanya dewan yang mana? kamu jangan menjual-jual nama dewan tidak baik kami kesini karena ada laporan dari masyarakat dan LSM bahwa disini ada proyek Yang dikerjakan setiap tahun itu-itu juga yang bernama komar menjawab saya yang bertanggung jawab di proyek ini kalau mau tanya tanya termasuk papan proyek dan segala macem tanya saja kedinas, dinas mana? PU atau Bina Marga jawab komar.
pengerjaan proyek ini banyak kejanggalan dilapangan misalnya hal campuran semen atau perbandingan semen tidak sesuai dengan spesifikasi teknik sehingga pemasangan batu dan pengecoran terkesan rapuh, tidak kuat dan mudah lepas, besi yang dipakai tidak sesuai bestek, untuk saluran air dan untuk jalan ketebalannya juga tidak sesuai menurut warga dan LSM lokasi ini memang menjadi bancakan tiap tahun jalan ini dapat anggaran setelah dikerjakan belum 1 bulan sudah hancur lagi dan anehnya lagi waktu tahun pertama pernah dikerjakan memakai alat berat dan menurut warga setempat saluran air disini sudah ada Tetapi dibikin lagi dan pengerjaannya pun tidak benar, pihak LSM akan mengusut masalah ini dan siapa yang bertanggung jawab ini benar-benar merugikan keuangan Pemkot Tangsel, yang lebih mengherankan dan menimbulkan kecurigaan kenapa semua Penunjukan Langsung (PL) atau proyek-proyek lainnya tidak ada plang proyeknya bukankah plang proyek itu sangat diperlukan biar masyarakat tau ini proyek darimana, anggarannya berapa, lama pekerjaannya berapa hari kerja, yang mengerjakan siapa?.
Mungkin ini ada yang disembunyikan dari proyek tersebut, kami menghimbau mulai tahun 2015 ini semua pihak yang terkait harus benar-benar terbuka dan trasparan, karena banyak proyek yang ditemui awak media yang volumenya tidak sama dengan yang dicairkan tim Media dan LSM akan konfirmasi kepada pihak terkait dan mencocokkan data yang ditemukan dilapangan. (RED)
Pilkada Tangsel, Masruri Bejo Daftar Ke Partai Nasdem
Ciputat (MTI) Pelaksanaan Pilkada Kota Tangsel yang tinggal beberapa bulan lagi membuat sejumlah Partai di Tangsel membuka penjaringan Bakal Calon (Balon) Walikota Tangsel. Salah satunya adalah DPD Partai Nasdem Tangsel.
Beberapa nama sudah mengambil formulir dan mengembalikannya ke DPD Partai Nasdem Tangsel. Sejumlah nama tersebut diantaranya adalah Arsid, Dewi Indah Damayanti, Suryadi Hendarman, Ibnu Prakoso, Gusri Efendi, Rahmat Hidayat dan Masruri Bejo yang merupakan Ketua Forum Masyarakat Tegal (Format) Tangerang Selatan, Paguyuban Warga Jawa (PAWARJA), Pembina PAPRI Tangsel, selain itu Masruri Bejo adalah pengusaha Muda Tangsel, dan Bejo didukung oleh Lembaga Komunitas Bersatu (LKB) yang dipimpin oleh Bapak DR. Bambang Sudirmanto SH, M.Kn.
Menurut salah satu Bakal Calon Walikota Masruri Bejo, dirinya sudah menyerahkan formulir pendaftarannya di kantor DPD Partai NasDem Kota Tangerang Selatan di kawasan Ruko Urban Palace, Jalan Merpati Raya Serua Indah.
Seusai penyerahan berkas untuk maju sebagai bakal calon Wakil Wali kota, Masruri Bejo menjelaskan, dukungan masyarakatlah yang telah mendorong keberaniannya maju sebagai Balon Wakil Wali Kota Tangerang Selatan pada Pilkada serentak tahun 2015, Menurutnya karena banyaknya dukungan dari masyarakat tersebut, pihak tim Bejo Center akan melakukan konsolidasi internal dan melakukan verifikasi di lapangan dengan pendekatan sosio-kultural.
“Dengan pendekatan sosio-kultural tersebut, saya pikir sangat efektif untuk memastikan kondisi dukungan riil di lapangan. Saat ini yang kami lakukan masih terbatas, dan jangan dipandang sebagai kegiatan curi start, serta menghindari adanya gesekan horizontal. Dukungan kepada saya adalah dari masyarakat bawah, karena saya lahir dari sana,” ungkapnya.
Bejo menambahkan, apa yang dilakukannya bukan untuk kepentingan dan keuntungan pribadi, tetapi niat itu didorong oleh kehendak masyarakat. Untuk itu menurut Bejo, ia bertekad untuk membantu menata Kota Tangsel menjadi lebih baik. Dengan dukungan komunitas primordial yang 'melahirkan' dirinya, Bejo pun yakin bahwa dengan dukungan masyarakat dan ijin Yang Maha Kuasa, dirinya dapat membantu mewujudkan harapan itu.
“Pada prinsipnya, setiap bakal calon memiliki tujuan yang sama, yakni ingin memperbaiki Kota Tangerang Selatan. Niat saya bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi karena dorongan masyarakat dan rekan-rekan dari komunitas BEJO yang didalamnya terdapat komunitas primordial yang melahirkan saya,” papar Masruri Bejo, yang juga berarti Masruri Berani, Jujur, dan Ora neko-neko.
Masruri Bejo menambahkan, jika terpilih menjadi walikota Tangsel nanti, dirinya akan setiap hari melakukan sidak, “Saya akan sidak setiap hari,” tegasnya.
Terkait dukungan, Bejo mengatakan dirinya sudah membangun komunikasi politik dengan beberapa partai. Selain itu, Masruri Bejo yang mengaku dekat dengan level bawah dan sudah membangun jaringan dengan berbagai organisasi primordial itu tidak mempunyai obsesi yang berlebihan. Dia meyakini dengan hadirnya Bejo di pertarungan Pilkada Tangsel, maka politik Tangsel akan berubah.
“Jujur saja sudah ada beberapa partai politik yang membangun komunikasi dengan saya, kita ingin sesuatu yang natural saja, sebagaimana karakter dan pribadi saya yang tidak mau dibuat-buat, begini adanya,” ungkap dia. (Juanda)
JK Dukung Ujian Nasional Berbasis Komputer
Jakarta (MTI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMDIKBUD) memiliki wacana untuk menerapkan sistem ujian nasional (UN) berbasis komputer untuk mencegah berbagai kecurangan dalam pelaksanaan ujian nasional. Wakil Presiden Jusuf Kalla pun mendukung wacana program tersebut. "Ya, zamannya sekarang zaman komputer, " Ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Kompleks Istana, Jalan Veteran III, Jakarta Pusat, Rabu (1/4/2015). JK pun mengatakan, pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer dapat dilaksanakan oleh sekolah-sekolah yang telah memiliki fasilitas komputer. Artinya, pelaksanaan ujian ini akan diterapkan pada sekolah yang benar-benar mampu.
Ujian ini, kata JK, belum akan diterapkan secara keseluruhan. Pasalnya, ujian ini masih bersifat uji coba, dan pemerintah akan melihat efek-efek dari penerapan ujian ini.
"Jadi akan dilaksa-nakan bagi yang punya kemampuan melaksanakan itu. Ya namanya uji coba ya kita uji coba dulu mana yang efisien," kata JK.
Sementara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, uji coba yang dilakukan tahun ini akan berdampak pada masa yang akan datang. Sekolah yang mengikuti UN komputer tahun berikutnya akan semakin banyak dan UN tidak lagi diselenggarakan pada hari dan jam yang sama.
Anies menjelaskan, antara UN berbasis komputer dengan menggunakan lembar jawab komputer (LJK) tujuannya sama, yakni mengukur capaian belajar setiap siswa. Sebagai bahan pemetaan dan pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.
Untuk kelulusan siswa, kata Anies, sepenuhnya ditentukan oleh sekolah. Kelulusan tidak lagi ditentukan enam mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Nasional Tapi ditentukan seluruh komponen, termasuk komponen perilaku siswa di sekolah (Jun)
Langganan:
Postingan (Atom)












