Ads 468x60px

Kamis, 19 Oktober 2017

partai garuda mendaftarkan diri ke kpu tangsel

Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) mendaftarkan diri sebagai peserta Pemilihan Umum 2019 di KPU Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (16)10-2017) di Jalan Buana Kencana, Blok E-XII BSD, Serpong Kota Tangsel.
Disambut dengan Tradisi Betawi Palang Pintu dari Padepokan Sanghiyang Putih, Partai Garuda menjadi partai ketujuh yang mendaftar menjadi peserta Pemilu 2019.
Read More.. Share

Selasa, 06 September 2016

WARGA MINANG TANGSEL MENDUKUNG WAHIDIN HALIM

Tanggerang Selatan (TI) Ikatan Keluarga Minang Tangsel Mengadakan acara silahturahmi dan halal bihalal pada hari selasa tanggal 3 september 2016. yang di hadiri oleh masyarkat minang se­­-tangsel. Acaranya begitu meriah dan penuh dengan canda gurau serta diiringin organ tunggal beserta penyayi minang yang sudah tak asing lagi bagi orang minang. ada acara kim dengan begitu banyak hadiah yang di sumbang dari rumah makan minang tangsel. 
Turut hadir dalam acara  tersebut Wahidin halim yang pernah menjadi walikota tanggerang, Makum sagita, camat pondok aren dan banyak juga petinggi petinggi ikm setangsel.

Ketua umun ikm tangsel bapak Abdul rahman SH (Arnovi) dalam kata sambutanya mengatakan ikm kota tangsel sebagaai lembaga tidak berpolitik praktis namun anggotanya khusus masyarakat minang bebas mendukung pada pilkada nanti. Arnovi juga mengtakan kita harus mendukung pemimpin yang memperhatikan kita seperti abang saya ini Wahidin halim, saya sudah cukup lama kenal dengan beliau. Beliau sangat memperhatikan masyarakat minang buktinya beliau mau hadir dalam acara ikm ini, walaupun partai saya belum mendukung bapak Wahidin tapi saya secara pribadi dan warga minang tangsel mendukung beliau menjadi gubernur banten. Ujar Arnopi
Dalam kata sambutanya, Wahidin halim mengatakan saya sudah lama mengenal masyarakat minang, karna saya sudah bergaul dengan mereka semenjak kuliah dan saya banyak teman orang padang, seperti ketua harian ikm bapak Yonoviar adalah teman saya. Saya juga mengajak masyarakat minang bersama kita membangun banten dan menjaga persaudaraan masyarakat tangsel khususnya orang minang. Saya juga berterima kasih atas dukungan orang minang di tangerang selatan yang telah bertekat memberi dukungan kepada saya dalam pemilihan gubernur banten 2017. (Ade Chandra)
Read More.. Share

Selasa, 31 Mei 2016

Pisah sambut KOMPOL.Eka Baasith, Kepada Kapolsek kebon jeruk yang baru KOMPOL. Lambe Patabang Birana

JAKARTA–Kantor Berita -Malam pisah sambut KOMPOL.Eka Baasith, S.SIK. M.Sikepada KOMPOL.Lambe Patabang Birana. SIK Kapolsek Kebon Jeruk Polres Metro jakarta barat di Gedung Siti Maryam Kelurahan Kedoya Utara Kecamatan Kebon Jeruk Jakarta Barat, sabtu (28/05/2016).
Acara pisah sambut Kapolsek tersebut dimulai pada pukul 20.30 Wib dihadiri Danramil yang diwakili oleh BhabinKamtibmas, Tokoh masyarakat, Tokoh agama, Citra bayangkara, Ormas, berikut tamu undangan dan jajaran polsek kebon jeruk.
Dalam sambutan Kompol Eka Baasith mengatakan selama menjabat sebagai kapolsek kebon jeruk selalu berpesan kepada wakapolsek dan jajarannya agar dalam mengemas suatu konsep semua harus jelas, harus saling menghargai, bekerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat dan ormas untuk saling meningkatkan ketertiban serta menjaga keamanan agar tercipta lingkungan yang kondusif,"ucap eka.
Semoga Kompol Lambe bisa meneruskan program-program yang sudah saya jalankan untuk menjadikan kebon jeruk lebih baik lagi,"sambung Kompol Eka Baasith menutup sambutannya.
Sedang Kompol Lambe selaku kapolsek kebon jeruk yang baru dalam sambutannya mengatakan akan selalu tetap menjaga dan menjalankan program-program yang sudah diterapkan Kompol Eka, agar tetap tercipta lingkungan yang kondusif,"tutur Lambe dalam sambutan singkatnya.
H.Junaedi dan H.latief mewakili Tokoh masyarakat mengucapkan selamat datang kepada kapolsek yang baru, semoga tetap bisa menjalin hubungan kerjasama yang baik antara lapisan masyarakat kebon jeruk dengan institusi kepolisian, mudah untuk ditemui dan bisa lebih eksis lagi, serta ucapan terima kasih dan selamat menjalankan tugas yang baru di polsek cengkareng kepada Kompol Eka, harapan kami tetap bisa menjalin tali sillaturahmi walau Pak Eka sudah tidak bersama kami, karena beliau sangat akrab sekali dan terkenal kedekatannya dengan warga dan 'Alim Ulama. (Zecky,M.Zakaria/Euis h)
Read More.. Share

Jumat, 18 Desember 2015

Diklat Jurnalis Siswa Smkn 5 Tangsel

Serpong (Ti) SMKN 5 Kota Tangerang Selatan mengadakan pelatihan jurnalistik pada hari jumat, 18-12-2015 di Wisma Tamu Puspitek.
Siswa siswi SMKN 5 yang mengikuti pelatihan jurnalistik ini sangat antusias karena mereka ingin menjadi calon jurnalistik yang handal dan profesional.
pelatihan jurnalistik ini bisa berjalan karena adanya pembicara yang mengasih materi kepada siswa SMKN 5 Kota Tangerang Selatan, yang memberi materi pertama yaitu Bapak St Mahmud Syaukat SH. dan materi yang beliau sampaikan tentang berita, materi yang kedua tentang pelatihan menulis berita disampaikan oleh bapak Jamal A Nasir SH, dan materi yang ketiga tentang teknik wawancara disampaikan oleh Bapak Yantrisman.
Saya mewawancarai salah satu panitia diklat jutnalis, apa tujuan penyelenggaraan diklat jurnalis ini ? dan beliau menjawab penyelenggaraan diklat jurnalis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia siswa dan siswi SMKN 5 Tangsel dalam ilmu Jurnalis. (Elvara Almira Peserta Diklat Jurnalis)
Read More.. Share

Senin, 23 November 2015

Perbakin Tangsel Akan Melahirkan Atlit-Atlit Ber Prestasi


Tangerang Selatan (TI) Walaupun baru berusia 2 tahun dalam kepemimpinan bapak udung Perbakin Tangerang Selatan telah menuai mendali-mendali dan piala-piala dalam beberapa perlombaan menembak, dan kedepannya Ketua umum Perbakin Tangsel Bapak Udung Darmasukana SH menargetkan loloskan sebanyak mungkin atlit-atlit menembak yang profesional Ke kejuaraan-kejuaraan baik tingkat Provinsi, Nasional Maupun Internasional.

Udung menambahkan bahwa tahun lalu Perbakin Tangerang Selatan Telah mendapatkan beberapa juara seperti: Juara 1 Bravo’90 Paskhas Championship Tahun 2014, Juara 3 Dankor Paskhas Cup 2014, Juara 2 Lomba Menembak Kelas Multi Range Metal Silhouette Predator, Juara 3 Menembak Babi Hutan Terberat dalam rangka Hut Bhayangkara ke67, Juara 2 Lomba Menembak Kelas 3 Posisi Metal Silhouette Predator, Juara 3 Brimob Anniversary Shooting Championship Open Tournament 3 Community 300sc 2014.

mari tingkatkan minat  Putra dan Putri Kota Tangerang Selatan dalam olah raga menembak di PERBAKIN Kota Tangsel, guna mencari bakat yang berkualitas dan profesional  sehingga mampu membawa nama besar Kota Tangerang Selatan ke dunia olahraga menembak nasional maupun internasional, bertujuan meraih prestasi yang terbaik dalam olah raga menembak ujar Bapak Udung. (RED)
Read More.. Share

Minggu, 22 November 2015

Lomba Balap Sepeda Kejuaraan Tingkat Kota Tangerang Selatan 2015



Tangerang Selatan (TI) Kejuaraan Balap Sepeda ternyata mendapat sambutan luar biasa dari para peserta. Sebanyak sebih dari 100 atlet balap sepeda berasal dari Kota Tangerang Selatan, Bogor, Tangerang Kota, DKI Jakarta, Depok Dll bersaing dalam kejuaraan yang digelar di Bintaro.
Read More.. Share

Rabu, 30 September 2015

PELAYANAN DI DINAS PENCATATAN SIPIL LAMBAT

Tangerang Selatan (MTI) pelayanan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil tangerang selatan sangat lama sama seperti membuat KTP, Kartu Keluarga, Surat Pindah Dll.
    Awalnya di kelurahan 1 hari, di kecamatan 1 hari, itu wajar. Sedangkan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil (DUKCAPIL) sangat lama sampai 4 s/d 14 hari kerja, Sedangkan di DKI Jakarta hanya 1 hari selasai semua serba cepat. Gratis pula, padahal KTP, Kartu Keluarga, Dll sangat lah penting, seharusnya pemerintah kota tangerang selatan mencontoh DKI JAKARTA dalam pelayanan di dinas kependudukan dan pencatatan sipil sangat mudah dan cepat.

    Setiap hari warga mengeluh ke awak media tangsel  karena lambatnya mengurus berkas surat pindah, KTP, Kartu Keluarga, Dll di Disdukcapil kota tangerang selatan, dan warga menudiing Ka Disdukcapil tidak becus kerja dalam melayani masyarakat Tangerang Selatan, “Padahal semua persyaratan lengkap, kalau tidak lengkap pasti dikembalikan saat mendaftar,”

    Pantauan media tangsel, banyak warga yang datang ke ruang Bidang Kependudukan untuk mengambil berkas yang sudah jadi harus pulang dengan tangan hampa karena belum jadi. Padahal banyak diantara mereka yang sudah memasukkan berkas sejak dua pekan yang lalu. (JUN)
Read More.. Share

SDN Pondok Aren 1 meningkatkan prestasi pendidikan

Tangerang Selatan (MTI) Kemajuan sebuah pendidikan tentunya harus ada rasa kedisiplinan dalam meraih sukses prestasi, tingkat keberadaan lembaga pendidikan harus bisa membuat kepercayaan kepada masyarakat maupun orang tua siswa, karena dengan kepercayaan itu kita bisa selalu mengembangkan program yang unggul dan berkualitas. 

Seperti halnya SDN Pondok Aren 1 memiliki banyak segudang prestasi yang diraih, di berbagai event penting dibidang akademik maupun non akademik dari tingkat kecamatan, kota/kabupaten sampai tingkat provinsi hampir setiap tahunnya.

               SDN Pondok Aren 1 ini mempunyai visi “ Mantapkan tekad ciptakan anak yang cerdas perprestasi dalam akademik, kreatif dan inovatif dalam iptek serta taqwa dan berakhlak mulia” dan misi “lingkungan sekolah yang kondusif penunjang peningkatan disiplin proses belajar mengajar, peningkatan kualitas lulusan yang berprestasi, kreatif dan inovatif dalam iptek serta penerapan sikap akhlakul karimah dalam kehidupan sehari-hari untuk menghadapi tantangan era globalisi”.

                Kepala Sekolah SDN Pondok Aren 1 A. Syarifudin, Spd mengatakan “Rintisan dan perjuangan yang dilakukan pihak sekolah Alhamdulillah menuai hasil yang cukup baik, namun dari yang kami raih itu semuanya adalah merupakan validitas kerjasama tim yang terdiri dari beberapa elemen penting terutama bimbingan dari pihak dewan guru dengan kedisiplinan dalam belajar dan pelatihan yang diberikan secara rutin kepada siswa siswinya” Ujarnya.

                Pendidikan tentunya harus didukung oleh berbagai pihak antara lain dewan guru, komite sekolah dan masyarakat, dari tiga pilar tersebut keberhasilan bisa terealisasikan dengan baik, ”Dan kami selalu berkorban untuk meningkatkan prestasi pendidikan tanpa harus membebankan orang tua siswa” tapi yang terpenting kita harus selalu mempertahankan prestasi yang selama ini kita raih, dari keberhasilan itu adalah tidak lepas dari bimbingan dewan guru yang selalu kerja exstra keras, ungkap Pak A. Syarifudin, Spd Sekalu Kepala Sekolah SDN Pondok Aren 1. (Jun)
Read More.. Share

Partai Gerindra Dukung Pilkada Banyuwangi

Ketua DPC Partai Gerindra Banyuwangi: " Kami Siap Dukung Cabup-Cawabup Banyuwangi Yang Pro Rakyat

Banyuwangi (MTS) Tahun 2015 ini, Ketua DPC Partai Gerindra H.NAUFAL BADRI bersama kader Gerindra Siap mendukung Pilkada Banyuwangi (Cabup-Cawabup) yang Pro rakyat.
Saat dikonfirmasi oleh wartawan AWDI, saudara H.NAUFAL BADRI menjelaskan” Kami bersama Kader Partai Gerindra Banyuwangi siap mendukung Pilkada tahun ini, dengan catatan Cabup-Cawabup yang pro rakyat dan membangun kemajuan di beberapa sektor untuk kepentingan masyarakat kabupaten Banyuwangi” jelasnya. (28/09)

Saudara H.NAUFAL BADRI dengan didampingi sekretaris partai Gerindra DPC Banyuwangi saudara SAPUAN, menambahkan untuk Cabup-Cawabup yang nantinya menang dalam Pilkada Banyuwangi pada tanggal 09 Desember 2015 yang akan datang, dirinya mengharapkan program Cabup-Cawabup lebih baik lagi dan bisa menata pembangunan di beberapa sektor se-Kabupaten Banyuwangi.

Perlu diketahui Cabup-Cawabup tahun 2015 ini ada dua pasangan yaitu pasangan Dahsyat (Anas-Yusuf) dan pasangan Su-Si (Sumantri-Sigit), sudah masuk tahap Kampanye Damai yang berjalan satu bulan/30 hari. Harapan Tim wartawan AWDI Online juga wartawan Koran BIDIK Nasional semoga pelaksanaan kampanye damai sampai dengan masa tenang serta penghitungan suara dapat berjalan lancar, aman, dan kondusif di kabupaten Banyuwangi. (Djoni/Tim)
Read More.. Share

SDN Pondok Jaya 2 Memajukan Kualitas Pendidikan

Tangerang Selatan (TI) Ini memang sebuah perjuangan dari perjalanan yang panjang dan melelahkan bagi kepala sekolah untuk mencapai tujuan maju agar berkembangnnya kualitas pendidikan juga sarana dan prasarana, untuk itu butuh dorongan suport, dukungan dari semua pihak tentu harus di barengi dengan ketekunan kepala sekolah dalam memperjuangkannya dan tidak kenal lelah.

Kepemimpinan seorang kepala sekolah dapat menentukan kualitas dan kredilibitasi sekolah, salah satu contoh SDN Pondok Jaya 2 kecamatan pondok Aren Tangerang Selatan.

Semenjak dipimpin Bapak Abdul Mutholib S.Pd. Sebagai kepala sekolah SDN Pondok Jaya 2 terus mengalami perubahan dan kemajuan, menanggapi hal tersebut kepala sekolah pak Abdul Mutholib menjelaskan sekolah yang dipimpinya ini. Selalu mengejar prestasi dan mengutamakan pendidikan maupun kedisiplinan. Serta turut mencerdaskan anak bangsa dan menciptakan lembaga pendidikan yang berkualitas dalam mensukseskan program pendidikan.

Kita sebagai aparatur pemerintah harus lebih meningkatkan kinerja kerja dengan penuh semangat, Sehingga lebih cepat dalam penyelesaian segala jenis kegiatan yang menjadi tanggung jawab dan berupaya menyesuaikan diri anak-anak didiknya dengan keadaan lingkungan yang positif sehingga dapat merubah lingkungan yang negatif menjadi lingkungan positif hal ini dimulainya dengan pendidikan karakter di sekolah. (Juanda)
Read More.. Share

Senin, 24 Agustus 2015

LKB Dan GEMPAR Memprsiapkan Diri Untuk Mensukseskan Pilkada Tangsel

Tangsel (MTI), Lembaga Komunitas Bersatu (LKB) dan Gempar sudah mulai mempersiapkan diri untuk pilkada Tangsel, sebagai pendukung salah satu calon walikota Tangerang Selatan mereka telah rekaman lagu-lagu untuk calon walikota. LKB dan ratusan komunitas yang ada didalamnya juga mulai mempersiapkan diri dan meminta arahan-arahan
kepada ketua LKB Dr. Bambang S, SH. Sedangkan Gempar yang juga sebagai pendukung salah satu calon Walikota, mulai menyiapkan spanduk-spanduk dan berbagai kegiatan untuk deklarasi nantinya. Ketua umum LKB dan Gempar bertekat mensukseskan pilkada tangsel yang tertib, aman dan damai.

Setiap hari posko - posko LKB dan Gempar selalu dipenuhi dengan para komunitas dan tidak ketinggalan Bejo Center pun selalu hadir. Ketua umun LKB berpesan kepada seluruh komunitas yang tergabung, untuk mentaati peraturan - peraturan yang ada dalam pilkada. (Juanda/Tan)

Read More.. Share

Ikatan Keluarga Minang Tangsel Mengadakan Pertandingan Domino

Mari kita tingkatkan silaturrahim, persaudaraan dan sportifitas melalui ajang pertandingan domino


Tangerang selatan (MTI), dalam menyambut HUT RI yang ke 70, Ikatan Keluarga Minang (IKM) Tangerang Selatan mengadakan pertandingan domino yang di hadiri ribuan peserta dari masyarakat Tangsel. Acaranya begitu meriah dan penuh dengan senda gurau, juga diiringi dengan organ tunggal yang penyanyinya peserta itu sendiri.

Awak media Tangsel bertanya kepada ketua harian IKM Tangsel, dengan peserta yang begitu banyak, kapan acara ini selesai? Ketua IKM Tangsel Yonnoviar,SH dengan senyum simpulnya menjelaskan, dengan peserta sebanyak ini kemungkinan akan selesai bulan september, dan pendaftaran pun sampai saat ini masih terbuka, Inilah waktu yang tepat buat kita menjalin silaturahim kekeluargaan yang begitu erat.

Hadiah pertandingan ini begitu besar seperti mobil, motor, televisi, dan handphone dari mana itu pak ketua? tanya awak media. itu dari kita semua untuk kita, ternyata bersama kita bisa. Mudah-mudahan tahun depan dari kita semua ini nantinya bukan untuk hadiah lagi tetapi untuk membeli ambulance IKM dan dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat Tangsel, orang minang khususnya. Dan kitapun punya rencana IKM Tangsel ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk keluarga minang yang berada di tangsel, dan kita akan bekerja sama dengan pengusaha - pengusaha minang yang sukses, maupun pemerintah daerah kota Tangsel, ujar ketua harian IKM Tangsel dengan panggilan akrabnya pak yon.

Beliau menam-bahkan IKM Tangsel pun akan menggelar Halal Bihalal dengan Tema "SEMALAM DI RANAH MINANG, KITA TINGKATKAN HUBUNGAN PERSAUDARAAN ANTARA RANAH DENGAN RANTAU, NAN JAUAH DIPADAKEK, NAN DAKEK DI PAAREK." Acara tersebut akan berlangsung pada tanggal 20 oktober 2015 di lapangan kantor Walikota Tangerang Selatan, jln. Surya kencana Kecamatan pamulang, dan pilkan seni budaya minang kabau seperti : Randai, Saluang jo Dendang, Talempong, Tari Piring diatas beling, Tari Payung, Tari Indang, dan banyak lagi kesenian minang lainnya, acara Halal Bihalal ini akan dihadiri oleh puluhan ribu masyarakat minang, dibawah kepemimpinan ketua harian Bapak Yonnoviar, IKM Tangsel jauh lebih maju dan dapat merangkul keluarga minang yang ada ditangsel. (Rohana)
Read More.. Share

Mobil Dinas DPRD TK II Gresik Jatim Disalahgunakan

Gresik (MTI) Sebagai anggota DPRD dan publik figure seharusnya memberi contoh atau panutan kepada masyarakat, apalagi yang memilih masyarakat, seharusnya tugas yang diemban dijalankan dengan  baik.
Amanah dan sesuai dengan peraturan dan per undang-undangan yang berlaku. Tidak demikian halnya dengan DPRD Kabupaten Gresik ini yaitu “ IDA ASTUTIK “ anggota DPRD Kab. Gresik dearah pilihan 3 ( DAPIL ) dari fraksi Demokrat.Mobil dinas ( mobdin ) yang seharusnya dipakai untuk keperluan dinas di DPRD Kab. Gresik ini dipakai oleh suaminya “ ( Nanang )” untuk bekerja di perusahaan swasta  Sterefoam “ PT. Trimitra Swadaya “ di wilayah Legundi Kec. Driorejo Kab. Gresik. Mobil Terios berwarna silver dengan NOPOl W 708 AP dipakai Nanang pada hari Jumat dan Sabtu untuk bekerja di perusahaan tersebut.

Dari pantauan awak media ini merasa curiga pasalnya mobdin ini seringkali melintasi di daerah industri  tersebut dan diprakirakan berjalan kurang lebih sudah lima bulan, dan pada hari Selasa, 14 Juli 2015 ketahuan mobil ini berada di tempat parkir PT.Trimitra Swadaya bersama mobil pegawai yang lain. Ketika ditanyakan siapa yang mempunya mobil Terios warna silver dengan NOPOL  W 780 AP ternyata milik Nanang suami dari “ IDA ASTUTIK”  anggota DPRD Kab.Gresik dari Fraksi Demokrat. “ Ya, mobil dinas istri saya dan saya merasa bersalah mohon maaf” kata Nanang.

Sementara itu “ IDA ASTUTIK “ ketika diminta konfirmasi tentang mobdin  yang dipakai suaminya untuk bekerja di perusahaan tersebut, via telfon sesuler sampai beberapa kali tidak diangkat.  (AN)

Read More.. Share

Sang Pencuri Listrik

Tangerang Selatan (MTI) Kerap terjadi pencurian listrik oleh pengusaha kontraktor mitra kerja dari instansi-instansi pemerintah yang berada di wilayah tangerang selatan, apalagi pemkot tangerang selatan lagi giat-giatnya membangun, yang sangat ironisnya para pemborong mencuri listrik dengan basis kesadaran minimalis.
Secara empiris setidaknya akan melahirkan dua (2) kali negative, dengan maraknya pencurian listrik dan loses watt yang meningkat.
Faktualnya pencurian listrik baik konsumen industri bisnis maupun rumah tangga masih tinggi . Kontribusi pencurian listrik terhadap susut (Non teknis) sangatlah tinggi, seperti untuk pembangunan tambah ruang kelas SDN Pondok Benda I kecamatan pamulang, yang anggarannya sangatlah besar Rp. 3.770.288.000 dibawah naungan dinas Tata Kota Tangsel . Pembangunan tambah ruang kelas tersebut, di menangkan oleh PT PARAMITRA MULTI PERKASA. Untuk pemakaian listriknya, mereka mencuri dengan cara loses watt. Terkait dengan pencurian listrik oleh PT MITRA MULTI PERKASA, dengan cara menyambung kabel langsung tanpa melalui meteran.
kami menduga jangan-jangan semua proyek yang di tanganinnya untuk pemakaian listrik sama (Loswatt atau Mecuri aliran listrik) tindakan pencurian listrik telah merugikan PLN dan harus di tindak tegas. (Jun)
Read More.. Share

Gempita Berjuang Tulus Demi Kejayaan Bumi Pertiwi

Jakarta (MTI) Gempita adalah Generasi Muda Peduli Tanah Air, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dengan semboyan “Gempita peduli” dideklarasikan di Jakarta, Yang berkediaman di Hotel Grand Melia. Gempita sudah menyabar di berbagai Provonsi untuk terus menyerukan, mengajak, mengabdikan diri demi kemakmuran rakyat indonesia dan NKRI.
Dia adalah T.Rusdy salah satu pendiri sekaligus Ketua Umum Generasi Muda Peduli Tanah Air (Gempita) yang terus gigih berjuang demi kesejahteraan rakyat dan tegaknya NKRI Latar belakang berdirinya Gempita, karena keprihatinan kami yang berkepanjangan. Reformasi yang seharusnya digulirkan oleh tokoh reformasi tidak membawa kesejahteraan pada masyarakat. Karena tak banyak yang memiliki niatan tulus untuk berbakti kepada negeri, bahkan yang terjadi malah sebaliknya.

Indonesia adalah negara yang kaya namun mengapa rakyatnya masih miskin, bagi mereka yang saat ini sedang mendapat mandat dari rakyat, ingat kekuasaan itu hanyalah titipan. Untuk itu, layanilah rakyat, bekerjalah dengan tulus demi rakyat dan buktikan semuanya. “Ujar T.Rusdy, sebagai ketua umum Gempita”.

Dengan adanya Gempita bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dan perdamaian abadi, kesatuan, dan persatuan bangsa benar-benar bhineka yang tunggal ika menuju indonesia yang baru yang tetap dilandasi UUD 1945 alenia ke empat, yang mendambakan kepentingan bersama yang membawa masyarakat indonesia yang damai dan bersaudara, sehingga tidak ada lagi carut marut karena diskriminasi SARA, ekonomi, sosial, strata, dan kepentingan-kepentingan sesaat. Meski Gempita tidak memperoleh bantuan dari pemerintah, tapi bisa membuktikan bahwa Gempita mampu berbuat untuk kepentingan rakyat indonesia. Dengan cara menjembatani  latar belakang sosial yang berbeda (bhineka) guna menghimpun menumbuh kembangkan dan memberdayakan potensi yang dimiliki generasi muda dan masyarakat indonesia. (Juanda/Tan)
Read More.. Share

Smp 17 Tangsel Diindikasikan memeras wali murid

Tangerang Selatan (MTS) Keberhasilan pendidikan harus melalui perjuangan yang panjang dan kerja keras. Jabatan adalah amanah yang harus kita pertanggung jawabkan didunia dan akhirat, pada dasarnya dunia pendidikan adalah sebagai salah satu faktor penting untuk mencerdaskan anak bangsa tentunya semua ini tidak terlepas dari peran serta penyelenggara dunia didik serta sistem pembelajaran yang berkualitas dan bebas dari piur bisnis, sementara tujuan wajib belajar sembilan (9) tahun dengan program sekolah gratis ternyata tidak merubah sistem agar terciptanya dunia pendidikan yang lebih baik bebas dari pungli dan pungutan baik secara langsung maupun tidak langsung yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, permasalahan ini terjadi karena carut marutnya sistem pendidikan termaksud khususnya di kota Tangerang Selatan.

Seharusnya hal ini tidak terjadi didalam dunia pendidikan karena pemerintah pusat dan pemerintah daerah tidak sedikit mengucurkan dana untuk dunia pendidikan tapi kenapa dana ini menjadi bancakan oknum-oknum pejabat terkait termaksud  oknum dewan. 

Kenapa dunia  pendidikan sekarang penuh dengan piur-piur bisnis? jelas-jelas pemerintah telah mencanangkan wajib belajar sembilan (9) tahun dan sekolah gratis orang tua tidak dibebani lagi dengan biaya pendidikan karena pendidikan sembilan (9) tahun tersebut sudah menjadi tanggung jawab pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Masyarakat semua tahu begitu banyak anggaran yang dikucurkan dari buku sampai ketong sampah, dari bangunan sekolah sampai mobeler.

Ada lagi yang namanya Dana Alokasi Khusus (DAK), dana Bantuan Sosial (Bansos), dan segala macam anggaran sampai pagu dewan dan banyak lainnya. Tapi semua ini jadi bancakan oknum-oknum yang tidak bermoral untuk apa semua ini, kalau masih banyak orang tua murid yang menjerit salah satu contoh kecil saja, waktu penerimaan murid baru di SMP orang tua murid harus menyediakan dana sebesar Rp. 1.500.000,- sampai Rp. 1. 750.000,- persiswa, ini katanya untuk beli buku paket, Lembar Kerja Siswa (LKS), seragam Sekolah, Baju muslim, Bet, Topi, dan Lokasi Sekolah itu baru masuk saja untuk selanjutnya tentu ada saja cara mereka  untuk memungut. Apa lagi Sekolah Menengah Atas (SMA)  kita dapat  membayangkan dari atas sampai bawah sudah rusak bagaimana jadinya pendidikan di Indonesia ini mau dibawa kemana pendidikan ini, adanya sistem seperti ini bisa dikatakan kucuran anggaran dari pemerintah baik pusat maupun daerah sia-sia hanya jadi bancakan, kini dunia pendidikan sudah beralih fungsi menjadi dunia bisnis, dimana Pemerintah? Wajib belajar sembilan (9) tahun lambat laun akan berganti seperti semula menjadi wajib membayar, seharusnya wajib belajar sembilan (9) tahun meningkat menjadi wajib belajar dua belas (12) tahun.

Banyak orang tua murid yang bertanya apa benar kalau dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) itu ada? apa benar dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) itu ada? apa iya banyak anggaran untuk Pendidikan? Kalau benar berarti Pemerintah bohong dong, mana janjinya yang mencanangkan pendidikan GRATIS kenapa kami harus jual segala macam dan berhutang kesana-sini untuk menyekolahkan anak kami, kenapa  anak kami ada yang disuruh pulang kalau ada yang belum dibayar, kenapa anak kami tidak boleh mengikuti ulangan (Ujian Semester ataupun Tengah Semester) kalau belum bayar, bukan kah baju seragam itu Putih biru  Untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Putih Abu-abu untuk Sekolah Atas (SMA) sederajad dan seragam pramuka. Contohnya SMPN 17 Tangsel malah mengabaikan peraturan Mentri nomor 2 tahun 2008 pasal 11 dan peraturan pemerintah nomor 17 tahun 2010 pasal 181, buku LKS yang harganya hanya Rp. 3000,- dijual dengan harga Rp.12.500,- begitu juga dengan buku paket mendapatkan keuntungan 50% dari harga buku, ini benar-benar keterlaluan, perbuatan ini diindikasikan sama dengan pemeras berapa milliard transaksi mereka per semester,ini sama saja menghancurkan dunia pendidikan di kota Tangsel, ini baru bagian kecil yang kami ungkap sebagai contoh.

kita semua berharap peraturan mentri dan peraturan pemerintah harus dilaksanakan dan anggaran yang dikeluarkan pemerintah digunakan dengan sebenar-benarnya agar anak bangsa ini bisa menggapai cita-citanya. Dinegara mana pun di dunia ini yang betul-betul memproritaskan pendidikan akan maju dan sejahterah dengan banyaknya sumber daya manusia, jangan jadikan dunia pendidikan menjadi dunia bisnis. pemuda dan pelajar adalah ASET bangsa  yang akan meneruskan cita-cita republik ini untuk menuju bangsa yang makmur, sentosa dan berkeadilan serta mempunyai kepribadian sesuai dengan cita-cita pendiri negara ini. Jangan sampai orang miskin tidak bisa sekolah.

 Kita bisa banyangkan seandainya anak-anak bangsa ini tidak bisa mendapat pendidikan yang layak bagai mana nantinya mereka bisa meneruskan perjalanan bangsa ini dan bersaing dengan negara-negara lainnya jalan satu-satunya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan yang berkesenambungan dan memberikan pendidikan yang layak dan GRATIS dengan UUD 45. (Jun)
Read More.. Share

Biaya Uji Kompetensi Dokter Kerap Dimark-up

JAKARTA (MTI) Polemik penerbitan ijazah dokter merembet ke mana-mana. Di antaranya terkait besaran biaya uji kompetensi mahasiswa program profesi dokter (UKMPPD) yang bervariasi. Padahal aturan pemerintah biaya uji kompetensi itu hanya Rp1 juta per orang.
Merujuk pada SK Dirjen Dikti No.28/DIKTI/Kep./2014 tentang penetapan biaya penyelenggaraan UKMPPD, diatur bahwa biaya yang dibebankan kepada peserta ujian hanya Rp1 juta. Perinciannya adalah Rp400 ribu untuk ujian Computer Based Test (CBT) dan Rp600 ribu untuk ujian Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Koordinator Pergerakan Dokter Muda Indonesia (PDMI) dr Dede Iskandar mengatakan, UKMPPD merupakan program nasional. "Harusnya ketentuan biasanya juga merujuk pada ketetapan yang dibuat pemerintah," katanya. Namun pada praktiknya biaya untuk uji kompetensi itu berbeda-beda.
Bahkan untuk wilayah Jakarta sendiri, besaran biaya UKMPPD itu bervariasi. Menurut Dede rekan sejawatnya ada yang dikenai biaya ikut ujian itu sampai Rp 5 juta bahkan ada yang Rp7 juta. Alasan yang disampaikan kampus dan penyelenggara ujian adalah, kelebihan biaya untuk menutup ongkos operasional ujian. "Kemenristekdikti harus tegas menjalankan regulasi biaya uji kompetensi itu," pintanya. Dede juga mengatakan uji kompetensi itu di beberapa lokasi justru seperti wajib. Jika ada dokter muda yang tidak mau ikut ujian, panitia ujian langsung mengontak orangtuanya supaya ikut ujian.
Selain ingin meluruskan perkara biaya ujian kompetensi itu, Dede juga meminta ijazah dokter para dokter muda diserahkan terlebih dahulu tanpa ikut uji kompetensi. Selanjutnya jika ada dokter yang ingin berpraktek sebagai dokter profesional, baru mengikuti uji kompetensi. "Tidak seperti sekarang ijazah dokternya ditahan semua, karena harus ikut uji kompetensi dulu," paparnya. Sekjen Kemenristekdikti Ainun Naim mengatakan, urusan biaya uji kompetensi ini merupakan salah satu yang dipersoalkan selain urusan ijazah dokter. Dia mengatakan jika dokter muda keberatan dengan besaran tarif tadi, supaya mengklarifikasi ke kampus penyelenggara ujian.
Menurut Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu, panduan dari pemerintah pusat sudah jelas. Bahkan biaya untuk ikut ujian komptensi profesi dokter itu Rp1 juta. Sebab sebagian dari biaya uji kompetensi itu dibebankan dari APBN. (RED)
Read More.. Share

Siswa di Jambi Belajar di Gudang

Jambi (MTI) Sungguh miris nasib siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 143/IV, Kungkai II Kecamatan Bangko, Merangin, Jambi. Karena banyaknya jumlah murid, membuat sebagian siswa harus rela belajar di gudang dan eks rumah dinas guru.
kondisi bangunan rumdis guru dan gudang yang dijadikan sebagai tempat menutut ilmu tersebut kondisinya sangat tidak layak. Dinding dan atap yang sudah rusak. Jika hujan para siswa harus mengungsi ke kelas lain. Malahan harus berteduh di teras ruang kelas lainnya.

Sedikitnya ada 60 siswa yang harus menempati eks rumdis guru dan gudang. Fasilitas ini dijadikan ruang belajar yang dibagi menjadi empat kelas yakni 2A, 2B, 3A dan 3B. 

Selain pencahayaan yang tidak baik, kondisi lantai serta dinding ruangan belajar juga tidak baik. Bagian atap ruangan ini juga sudah rusak parah. “Inilah kondisinyo bang, mau kayak mano lagi. Yang penting anak biso sekolah,” ungkap salah seorang wali murid, sembari minta namanya dirahasiakan.

Kepala Sekolah SDN No 143/VI Kungkai II Kecamatan Bangko, Asrin, membenarkan jika ada empat kelas yang menempati eks bangunan rumdis guru dan gudang. Kondisi ini sudah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Penyebabnya,     kata dia, pertambahan siswa yang bersekolah di SD ini terus meningkat setiap tahunnya. Sementara, sekolah belum memiliki fasilitas ruang belajar yang memadai. “Memang tidak layak, tapi itu yang mampu kita lakukan. Sebab belum ada pembangunan ruang kelas baru,” kata Asrin.
    
Atap sekolah ini lapuk dan hampir roboh. Begitu pun dinding kayunya yang berlubang di mana-mana, Kondisi ini sudah berlangsung 5 tahun. Dan selama itu pula, 60 siswa kelas 2 hingga 3 SD harus belajar di ruang sempit ini.

Dulunya ini adalah rumah dinas untuk para guru. Namun karena keterbatasan ruangan kelas, pihak sekolah pun terpaksa menggunakan rumah dinas ini sebagai ruang kelas para siswa sudah seharusnya belajar di ruangan yang aman dan layak. Apalagi siswa kelas satu SD yang baru saja masuk sekolah.

Padahal alokasi dana untuk pendidikan di Kabupaten Merangin, Jambi tidaklah sedikit. Jumlahnya mencapai Rp 2,3 triliun Kita tunggu saja sampai kapan anak-anak bangsa ini akan belajar di ruangan tak layak pakai. (red)
Read More.. Share

Revisi K-13 Akan Diselesaikan Bulan November

Jakarta (MTI) Kepala pusat Kurikulum dan Pembukuan (Kapuskurbuk) Kemendikbut Ramond Mohandas mengatakan, Kementrian Pendidikan dan Kebudayan (kemendikbud) menargetkan revisi kurikulum 2013 (K-13) bisa terselesaikan pada November 2015 ini, akan tetapi revisi tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat karena berkaitan dengan dukungan silabus, kompetensi inti (KI), dan kompetensi dasar (KD), sedangkan silabus saja bisa mencapai 8.000 halaman. hal lain yang akan menyita waktu adalah masalah buku karena buku ini merupakan pegangan penting dalam kegiatan belajar mengajar para guru dan siswa.
Read More.. Share

Rabu, 15 Juli 2015

Lurah Pejagalan Tidak Peduli Dengan Lingkungannya

JAKARTA (MTI) Kondisi jalur hijau di Jalan Moa, Kel. Pejagalan Kec. Penjaringan, Jakarta Utara sangat memprihatinkan. Selain banyak bangunan liar yang berdiri, kondisi jalan yang tidak jauh dari kantor kelurahan Pejagalan itupun menjadi sempit. Pantauan di lapangan, jalur hijau itu kini dipenuhi bermacam bangunan. Mulai dari kantor sekretariat ormas, Pos RT, garasi mobil dan bangunan kumuh yang merusak pemandangan warga sekitar. Kris (31) warga RT 07 RW 013, Kelurahan Pejagalan, Penjaringan, Jakarta Utara mengatakan, akibat sisi jalan yang seharusnya jalur hijau ditanami pepohonan tapi kini semerawut karna dipenuhi berbagai macam bangunan, warga pun menjadi kesal. “Dulu sisi jalan itu pernah ditertibkan pihak kelurahan, tapi hanya separuhnya. Akibat tindakan yang kurang tegas, akhirnya sepanjang sisi jalan yang seharusnya taman menjadi kumuh", ujarnya, Warga menduga ada permainan 'jual-beli' yang dilakukan aparat, sehingga jalur hijau itu kembali marak dipenuhi bangunan liar. "Dengan membayar aparat, orang-orang itu bisa membangun seenaknya. Padahal mereka bukan warga sini, orang jauh," kata Yanto (40) warga lainnya. Sementara itu Lurah Pejagalan, Alamsyah, SKM, ketika hendak dikonfirmasi terkait masalah ini tidak berhasil ditemui di ruang-annya. Menurut salah satu stafnya dia sedang keluar. "Pak Lurah sedang meninjau pembongkaran di bawah kolong tol," kata salah satu staf wanita yang seragamnya tidak menggunakan papan nama. Ditempat terpisah, Kepala Suku Dinas Perta-manan dan Pemakaman Jakarta Utara, Agustin Puji Astuti menuturkan kepada wartawan mengenai kegiatan yang dilakukan jajarannya. Menurut dia, pihaknya rutin melakukan penertiban reklame, spanduk dan baliho tak berizin di taman dan jalur hijau. Tercatat, sejak Januari hingga Mei, sudah 30 titik yang ditertibkan. Lokasi yang ditertibkan antara lain, taman jalur depan SPBU Jalan Pluit Selatan Raya, Jalan Yos Sudarso, Jalan Pluit Selatan dan Jalan Jembatan III. Untuk menciptakan Jakarta Utara yang bersih dan indah, reklame, spanduk dan baliho tak berizin yang tersebar di taman dan jalur hijau ditertibkan petugas Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman setempat. "Meski sering kami tertibkan, spanduk, baliho atau spanduk memang kerap muncul lagi. Tapi kami tetap rutin melakukan pengawasan dan penertiban," kata Agustin, Ke depan agar lebih efektif, untuk melakukan pengawasan dan penertiban, pihaknya akan melibatkan aparat kelurahan dan kecamatan. "Kalau Lurah dan Camat kan paham serta memantau terus wilayahnya. Makanya kita berharap optimalisasi peranan mereka untuk ikut mengawasi serta menertibkan," tandas Agustin. (Alexander kali)
Read More.. Share