Dunia pendidikan khususnya untuk ruang lingkup kota tangerang selatan selama ini menjadi sorotan tajam dari berbagai sudut pandang baik dari masyarakat media maupun LSM.pemerintah Negara Republik Indonesia memberi perhatian khusus begitupun pemerintah daerah dengan digolontorkannya bantuan melalaui program Bantuan Operasianal Sekolah (BOS) dan Bantuan (BOSDA) untuk meningkatkan mutu serta kualitas pendidikan dengan pelayanan yang maksimal kepada semua siswa dan ini menjadi tanggung jawab bersama.dalam konstitusi anggaran untuk pendidikan adalah 20% dan
pemda tangsel telah merealisasikannya namun tidak selayaknya hal ini
dimanfaatkan oleh para oknum dinas pendidikan tangsel dinaikkannya anggaran
bantuan operasional daerah (BOSDA) tahun ajaran 2012, SD dari Rp.12500 /siswa menjadi
Rp.30000 /siswa tidak ada manfaatnya bagi siswa dan orang tua murid padahal
dana tersebut sangat dibutuhkan anak didik dan sekolah demi kelancaran proses
belajar mengajar pencairan dana bosda ini sangat sulit dan berbelit belit anggaran yang mereka buat dan ajukan dikembalikan dengan alasan tidak lengkap dan salah berkas itupun diperbaiki sesuai dengan petunjuk mereka dan diajukan lagi
tapi salah lagi sampai berkali kali hingga berlarut larut beberapa kepala
sekolah menginginkan penyaluran bosda seperti dulu yaitu hibah bukan seperti
sekarang akhirnya semua dikerjakan dinas pendidikan tangsel kegunaannya mayoritas untuk
belanja modal, dalam pengiriman barang dengan anggaran bosda tersebut seperti AC, LAPTOP,
SOFA ( KURSI TAMU ), INPOKUS, KAMERA, LEMARI, BUKU PAKET, BUKU LKS, MOBELER,
PRINTER, TV, Dan lain-lain. Dari bukti bukti hasil investigasi dan
konfirmasi juga dari nara sumber yang tidak mau disebutkan namanya belanja modal dari anggaran BOSDA ini di indikasikan sarat dengan KKN yang lebih
memprihatinkan lagi sekolah yang sudah membayar pajak tapi barang tak kunjung datang, siapa sebenernya yang menanggung pajak dari proyek mereka ini yang sangat merugikan siswa serta orang tua siswa buku paket bahasa Indonesia dan
matematika yang seharusnya turun awal tahun ajaran baru tahun 2012 tapi turun akhir
februari 2013 disaat siswa sudah mulai UAS ujian akhir sekolah. kejaksaan harus periksa anggaran BOSDA ini.
Rabu, 03 April 2013
KEJAKSAAN HARUS PERIKSA KONG KALINGKONG BELANJA MODAL UNTUK SDN TANGSEL DARI ANGGARAN BOSDA TAHUN AJARAN 2012
TUNTASKAN KASUS – KASUS MEGA KORUPSI
Aparat penegak hukum kepolisian,
kejaksaan dan komisi pemberantasan korupsi (KPK) segera tuntaskan kasus – kasus
mega korupsi seperti bantuan lukuiditas bank Indonesia (BLBI), century, dan
hambalang menurut anggota komisi III DPRRI Ahmad yani kasus ini sudah terang
benderang.
Ketua dewan Pembina partai
gerindra prabowo. S. mengatakan sejarah telah menunjukan bahwa negara besar seperti
unisoviet dan rezim penguasa yang kuat di timur tengah bisa tumbang tidak ada
uang untuk tentara dan rakyat karena korupsi dan inefisiensi meraja lela dari
tingkat elit, kasus korupsi dan inefisiensi anggaran di Indonesia sudah masuk
pada stadium membahayakan dan mengancam kedaulatan bangsa, bila tidak segera
dilakukan perubahan kebijakan Indonesia berada diambang negara gagal. Rakyat yang
tidak sejahtera dan minimnya anggaran keamanan akan memunculkan persoalan yang
berujung pada aksi huru hara, ini dikatakan prabowo pada acara dialog nasionaal
diselenggarakan oleh ICMI jawa barat dibandung beberapa waktu yang lalu.
Korupsi kini merupakan ancaman
bagi demokrasi ada tiga modus, pertama, partai mencari uang dengan kekuasaan
yang dimiliki sebagai partai pemerintah atau penguasa ada rante pengalokasian
anggaran proyek, bansos dan berbagai usaha lain mencari dari APBN. Kedua kurangnya
kontrol partai diluar pemerintah atau oposisi. Ketiga politisasi birokrasi sebagai
usaha melancarkan jalannya korupsi ada usaha mempartaikan birokrasi ini tampak
jelas sejumlah kementrian yang dipimpin politisi partai plitik, jelas fadli zon
wakil ketua partai gerindra
Wakil ketua KPK busyro moqoddas
mengatakan sebanyak 1408 kasus korupsi yang merampok uang rakyat Rp. 39,3
triliun selama 2004 – 2011, menjadi bukti buruk korupsi, ini bukan tanggung
jawab pemerintah saja, melainkan juga berbagai pihak. Dunia sekarang tidak bisa
lagi menoleransi hadirnya individu tanpa integritas. Tren dunia adalah menuju
tata kelola yang baik, integrtas penuh dari hilangnya korupsi. Tandas rektor universitas
petama dina anies baswedan. Sebaliknya di indonesia cacat integritas masih
diberi ruang. Buktinya, individu yang pernah terjerat kasus korupsi bisa maju
mejadi bupati.
Kasus korupsi telah menyebabkan pemiskinan
secara struktural, konflik horizontal, dan akhirnya menimbulkan krisis peran
negara. Hal yang menyedihkan sekaligus menghawatirkan,korusi beregenerasi
kegenerasi itu tampaknya dari sejumlah tersangka korupsi dibawah 40 tahun yang
belakangan semakin banyak, keterlibatan kaum perempuan juga meningkat, kata
busyro. M ( red ).
Minggu, 10 Maret 2013
PEJABAT HARUSNYA SINERGI DENGAN WARTAWAN MINGGUAN
Kepala dinas tak
perlu alergi dengan wartawan mingguan
Wartawan Profesional bukan dilihat
dari medianya atau uji kompetensi yang dimiliki tapi dilihat dari hasil tulisan
dan kinerjanya.
Tangerang selatan, (MTS)
Pejabat dan wartawan sama-sama
sebagai pekerja yang mempunyai tugas dan kewajibannya masing-masing sebagai
abdi negara dan jurnalis sebagai kontrol
sosial seperti diatur undang-undang republik ini.Tetapi nyaris hubungan pejabat
dan wartawan seperti tidak bermakna karena
banyak pejabat alergi melihat kuli tinta.Bisa jadi tidak harmonisnya hubungan
itu karena telah terjadi stagnasi komunikasi
atau adanya opini yang dibentuk oleh orang – orang yang tidak
bertanggung jawab sehingga tercipta hipotesa seakan wartawan Cuma cari-cari
masalah anggapan ini belum tentu salah dan belum tentu bisa dibenarkan ,tetapi
vonis sudah terlanjur menghujat keduanya sehingga ada istilah pejabat korup
serta wartawan memeras tetapi tidak ada oknum wartawan dengan pejabat jotos-jotosan
seperti anggota dewan, itu mungkin karena pejabat dan oknum tadi lebih
mengedepankan kemampuan intlektual ketimbang kemampuan emosional berita tentang
“ Aib ” nya wartawan yang disebut oknum itu, bukan lagi rahasia untuk para
pejabat serta keluarganya dirumah di isyu miring tentang wartawan memang sudah
sampai ketangga istana serta masuk ke dapur-dapur rumah pejabat. Biasanya para
oknum pejabat selalu curhat dengan istrinya kalau hari ini, kemarin dan entah
sampai kapan, dirinya selalu dikejar-kejar wartawan sehingga kerjanya tidak
konsen. Tetapi lain halnya bila oknum pejabat itu membawa uang banyak kerumah dan
selalu merahasiakan uang hasil apa. Setidaknya ia hanya bilang uang titipan
atau hasil bisnis.
Hebatnya, untuk menghindari
wartawan tidak sedikit oknum pejabat menyiapkan ruangan khusus serta tempat
pertemuan. Tidak cukup sampai disitu untuk mengecilkan wartawan mingguan tangsel mereka
membiayai workshop tentang kode etik jurnalis dan kewartawanan. Aneh memang,
tetapi itulah bukti tidak harmonisnya hubungan pejabat dengan wartawan. Workshop
tadi tentu memancing perhatian banyak orang. Alangkah baiknya workshop tersebut
diadakan untuk membina para pejabat bagaimana menjadi pelayan masyarakat yang
baik dan tidak korup. Masyarakat awam pun mungkin mengerti, bahwa tidak ada
satu pun larangan yang membatasi kerja serta langkah wartawan sampai kekutub
utara, karena wartawan dilindungi oleh Undang-Undang.
Bila saja kita mencermati adanya
oknum pejabat yang selalu menghindar dari wartawan, tentu bisa dikatakan oknum
pejabat itu, tidaklah jujur. Andai saja apa adanya dan jawab pertanyaan
wartawan sesuai kewenangannya. Bila ada indikasi oknum wartawan melakukan
intimidasi dan pemerasan laporkan saja kepada pihak kepolisian. Tetapi yang
sangat pasti, pejabat yang disebut oknum tadi tidak mungkin melapor. Karena itu,
sama artinya mereka menggali kuburnya sendiri karena memang ada “ Borok “ yang
mereka tutupi. Alhasil, oknum pejabat itu harus menyiapkan “ Amplop “ untuk
wartawan, kendati isinya hanya senilai kulit kacang yang pantas untuk
dibuang.terungkapnya kasus korupsi ditanah air, adalah bukti-bukti banyaknya
pejabat seperti oknum tadi. Mulai dari pejabat lurah sampai ketingkat menteri
yang dekat dengan istana. Lalu,masih pantaskah bila ada tudingan wartawan telah
mengganggu kinerja pejabat, sementara triliunan rupiah uang rakyat habis “
Dijilat “ pejabat.
Jauh-jauh hari seperti tempo doeloe dan
sebelum kekuatan reformasi merubah peradaban republik ini. Wartawan adalah
sosok kuli tinta yang sangat egani dan banyak dijuluki sebagai “ Seniman “. Mereka
selalu mengantongi rasa idealisme serta kesetiakawanan sesama frofesi.
Idealisme itu sekarang
dipertanyakan oleh rekan-rekan wartawan mingguan, masih bisakah idealisme itu
dipertahankan, sementara mereka butuh makan dan oknum pejabat menggoda untuk
menerima amplop pemberiannya.
Kalau hadiah amplop dari pejabat
yang “ bersih “ itu tentu adalah uang
halal karena mereka bukanlah oknum, kendati wartawan tadi telah melanggar kode
etik jurnalistik bahwa wartawan tidak boleh menerima sesuatu, baik untuk
memberitakan atau tidak memberitakan. Tetapi bisa menjadi “Haram” ketika yang
memberikan amplop itu adalah oknum yang diduga telah banyak melakukan
kesalahan.
Tidak semua pejabat bisa dibilang
oknum dan tidak semua wartawan bisa dikatakan oknum karena masih ada dari
mereka yang tidak tergoda karena niat dan kejujuran hati dan mereka mungkin
dapat menghindar dari sebutan oknum tetapi sulit membedakan tipisnya antara
halal dan haram.
Sabtu, 02 Maret 2013
SDN Cabe Udik III Mempringati Maulid Nabi Muhammad SAW
SDN cabe udik III upt pamulang
tangsel baru-baru ini mengadakan peringatan maulid nabi muhamad SAW. Peringatan
acara tersebut di adakan dihalaman sekolah. Dan dihadiri para murid serta orang
tua murid mulai kelas 1 sampai kelas 6 SD. Kepala sekolah Sutiyah S.Pd ketua komite serta para guru cabe udik III
pamulang tidak ketinggalan pada sambutannya kepala sekolah mengucapkan terima
kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu sehingga
terselenggaranya acara maulid nabi ini. tema peringatan maulid nabi adalah.
Kita songsong generasi berahlak karimah, sekaligus sebagai evaluasi ahlak.
peringatan Maulid nabi ini bukan
sekedar mengenang sebatas kelahiranya saja lebih dari itu secara subtansi peringatan
ini adalah ekspresi kegembiraan dan penghormatan kita selaku umatnya kepada
nabi Muhammad SAW. tujuanya adalah untuk membangkitkan kecintaan kita kepada
nabi Muhammad SAW. penceramah ustad H.Syarif hidayat SHG yang menceritakan
tentang kelahiran tauladan apa yang harus kita contoh dengan ahlak nabi. Di
sisi lain kepada orang tua siswa agar sabar dalam mendidik anak putra-putrinya
selalu mengarahkan agar tetapberahlak positif, karakter, dan sifat seorang anak
sangat tergantung dari nilai-nilai yang ditanamkan orang tuanya, untuk kegiatan
seperti ini, secara pribadi sangat mendukung terutama yang bersifat keagamaan
apalagi di lingkungan sekolah yang merupakan tempat menuntut ilmu . terutama
bagi SDN cabe udik III pamulang tangsel. (Rohana)
Minggu, 17 Februari 2013
MENTERI BARU KURIKULUM BARU WALI MURID MENGGERUTU PARA GURU TERSIPU MALU
Tangsel (MTS) kecemasan dan kritik yang dilontarkan
masyarakat terkait kurikulum 2013 adalah sebagai bentuk kepedulian dan
keterlibatan masyarakat dalam sistem pendidikan nasional kita.
Kurikulum memang selalu merubah seiring dengan perubahan diberbagai bidang
kehidupan bukan menurut pergantian seperti ganti menteri ganti kurikulum
perubahan struktur kurikulum 2013 ini telah memancing reaksi masyarakat untuk
ikut bicara terkait pengintegrasian mata pelajaran IPA dan IPS kedalam mata
pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) bahasa Indonesia dan
matematika pada jenjang SD.
Apa yang membuat masyarakat cemas dengan pengurangan mata
pelajaran dan penambahan jam belajar contohnya ditangsel tidak semua sekolah
itu pagi banyak yang sekolah siang yang pagi biasanya pulang jam 12 akan pulang
jam 2 siang, yang siang biasanya masuk
jam 1 siang dan pulang jam 5 sore tapi dengan perubahan tersebut akan pulang
jam 7 malam apakah orang tua murid dan guru sudah siap dengan perubahan ini ?
kalau kita liat dari perubahan kurikulum ada empat elemen perubahan yakni
standar kopetensi kelulusan, standar isi (kopetensi inti dan kopetensi dasar )
standar proses, dan standar penilaian
Yang membuat masyarakat khawatir dan menjadi pertanyaan
apakah sedemikian mendesaknya sehingga tahun pelajaran 2013 mendatang kurikulum
ini sudah harus diterapkan sejauh mana persiapan yang dilakukan KEMDIKBUD dan
sedikitnya ada tiga persiapan untuk implementasi kurikulum 2013, pertama
terkait dengan buku pegangan guru dan buku murid, walau pemerintah bertekat
untuk menyiapkan buku induk pegangan guru dan murid tentu saja dua buku ini
harus berbeda konten satu dengan yang lainnya.
Kalau kita bicara tentang buku, ini yang menjadi sumber
permasalahan yang sebenarnya bukan kurikulumnya buku apa yang dipakai sekolah
–sekolah selama ini baik itu buku pegangan guru maupun buku murid adalah buku –
buku ilegal semua peraturan menteri tentang buku dilanggar sampai – sampai
orang tua murid teriak anak mereka dibohongi buku dan dampaknya dari buku ini
waktu ujian nasional banyak anak – anak mereka yang tidak bisa mengisi soal –
soal yang ada saat ujian tersebut dikarenakan buku yang mereka pelajari tidak
sama dengan buku yang dianggarkan oleh pemerintah yang juga hak ciptanya sudah
dibeli dari hal ini menteri harus bertindak tegas.
Kurikulum ini harus ada parameternya sejauh mana kurikulum
ini akan bisa berhasil kalau semuanya tergesa – gesa dan bagaimana kalau gagal
siapa yang bertanggung jawab. semuanya harus jelas dan mulai detik ini kemdikbud
dan jajarannya turun kebawah datang kesekolah – sekolah lihat dan dengar apa
yang terjadi. Tanya sama wali murid dan
pihak sekolah, lindungi mereka yang mau terbuka dan transparan dalam memberi keterangan yang sebenar – benarnya, dari sini kita baru bisa bekerja dan tau
kurikulumnya kah yg salah atau sistim dan manusianya sebab masyarakat mulai
resah akankah anak – anak mereka akan menjadi kelinci percobaan lagi seperti
yang sudah – sudah. (ROHANA)
Jumat, 15 Februari 2013
PAWAI TA’ARUF MTQ TANGSEL BERLANGSUNG MERIAH WALAU AKHIRNYA DIHENTIKAN AKIBAT HUJAN DERAS
Kamis, 14 Februari 2013
Masa Bhakti Ketua DPC AWDI Kota Tangerang Selatan
Berkibarnya Pataka Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) kali pertama di Kota Tangerang selatan tidak dapat melepaskan Peran dari nama Syarifuddin Gumay, Bang Gumay adalah pendiri sekaligus Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan yang Pertama, Bang Gumay beserta jajarannyalah yang telah membesarkan AWDI di Kota Tangerang selatan di Periode Pertama Tahun 2010-2013..
Berdasarkan Surat Keputusan Ketua Umum DPP AWDI Nomor: ORG 023/DPP-AWDI/SK/I/2010 Tanggal 30 Januari 2010 Tentang Pengesahan Pengurus Dewan Pimpinan Cabang AWDI Kota Tangerang selatan Bang Gumay sudah menjalankan tugas organisasi selama 3 (tiga) tahun yang berakhir pada tanggal 30 Januari 2013.
Saat kami menemui Bang Gumay di Sekretariat DPC AWDI Kota Tabgerang selatan kami menanyakan apakah Bang Gumay akan kembali melanjutkan tugasnya selaku Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan periode ke 2 tahun 2013-2016? Dengan tersenyum putera Lahat ini mengatakan “Saya sudah sangat bersyukur pada Allah swt dan berterima kasih pada Ketua Umum DPP AWDI dan rekan rekan pengurus AWDI yang sudah memberi saya kepercayaan untuk mendirikan DPC AWDI Kota Tangerang selatan serta menjadi Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan,tiga tahun (Red,2010-1013) rasanya sudah cukup saya bersama rekan rekan juga didukung kerja sama yang sangat baik dari unsur Pemkot, dan semua kalangan di wilayah Kota Tangerang selatan meskipun dengan segala keterbatasan dengan itu kami sudah dapat membuat AWDI berperan di Kota Tangerang selatan,untuk melanjutkan tugas organisasi di tahun tahun berikutnya akan saya serahkan kepada yang lain, yang lebih muda dan bertanggungjawab pada tugasnya untuk memajukan AWDI”,apakah Bang Gumay punya calon yang abang usulkan, “Ada, saya sudah usulkan kepada Ketua Umum DPP AWDI”,siapa yang abang calonkan?, kembali Gumay tersenyum seraya mengatakan “Menurut saya beliau yang saya usulkan itu syarat Pengalaman dalam berorganisasi, tapi Tunggu sajalah tanggal mainnya karena yang menyetujui dan yang menetapkannya siapa yang akan menjadi Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan adalah Kewenangan Ketua Umum DPP AWDI dI Jakarta”
Kami mengkonfirmasi keterangan Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan (Bang Gumay) kepada Bang OK Syahyan sebagai Ketua Umum DPP AWDI “Surat Gumay selaku Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan sudah saya terima,meskipun Gumay sudah tidak lagi menjadi ketua DPC tapi Gumay saya angkat menjadi Pembina DPC AWDI Kota Tangerang selatan diperiode berikutnya,adapun calon Ketua dan jajaran DPC AWDI Kota Tangerang selatan yang diajukan oleh Gumay akan dibahas dan dipertimbangkan oleh Dewan Pimpinan Pusat AWDI,dan siapa yang akan kami tetapkan menjadi Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan Periode berikutnya pada waktunya nanti kalian akan saya kasi tau” tutur Bang OK
Semoga Ketua DPC AWDI Kota Tangerang selatan dapat melanjutkan tugas Bang Gumay sehingga AWDI di Kota Tangerang selatan terus dapat berperan aktif, tentu peran aktif AWDI kedepan tidak dapat dilepaskan dari dukungan yang penuh dari para wartawan dan dukungan serta kerjasama yang baik dari Instansi Pemerintah, POLRI, ABRI dan pihak sewasta,tidak ketinggalan pula peran aktif dari masyarakat sangat diharapkan.
( Gumay)
Selasa, 29 Januari 2013
DPW AWDI JAWA TIMUR AKAN GELAR PELANTIKAN
Jatim, SP
Iklim demokrasi yang sedang
berjalan pada saat ini, pasca Reformasi 1998 telah membuat tempat yang luas
bagi masyarakat dalam menyampaikan pendapat maupun aspirasi dan juga menyerap
informasi yang lebih luas baik yang bersifat mikro dalam skala global dunia
secara keseluruhan.
Hal ini juga berdampak terhadap
para insan pers dalam menjalankan tugas sebagai control social bagi masyarakat
dalam menyampaikan informasi-informasi factual yang mengedepankan nilai-nilai luhur
dalam mengiringi laju pembangunan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik
Indonesia seutuhnya sebagai salah satu kemerdekaan mengeluarkan pendapat atau
pikirran dengan lisan maupun tulisaaan sebagaimana diamanatkan oleh Pancasila
dan Undang-Undang Dasar 1945.
Dengan kemerdekaan pers
Kedaulatan Rakyat dapat terwujud karena sendi-sendi dan suatu kedaulatan rakyat
adalah terpenuhinya azas-azas pokok dalam situasi bentuk demokrasi
yaitukeadilan, supermasi hokum yang dijamin sebagai hak asasi warga negara dalam
berkomunikasi dan memperolah informasi, untuk mengembangkan pribadi dan
sosialnya serta berhak untuk mencari, menyimpan, menyampaikan informasi dengan
menggunakan saluran yang tersedia.
Asosiasi Wartawan DDemokrasi
Indonesia (AWDI) adalah organisasi kemasyarakatan yang berazaskan Pancasila,
bersifat kekeluargaan, kebersamaan, kesatuan dan persatuan serta gotong royong
dengan cirri ”Profesionalisme” bergerak dalam misi kewartawanan yang merupakan
insane pers dalam memberikan pengabdiannya dengan prinsip-prinsip demokrasi,
keadilan dan suprenmasi hokum.
Dalam rangka konsolidasi dan
mengembangkan organisasi, AWDI merasa perlu memperluas hirarki struktur
kepengurusan guna lebih tertampungnya aspirasi yang berkembang dan para insane
pers secara khusus maupun masyarakat secara umum dan terakomodir dalam
jangkauan dan bentuk jaringan yang bersinergi guna membangun bangsa dan negara.
Untuk itu sesuai Anggaran Dasar
dan Anggaran Rumah Tangga AWDI insane pers di wilayah membentuk strukturkepengurusan
tingkat DPW Jawa Timur.
Dalam rencana pengukuhan dan
Pelantikan Pengurus yang rencana akan dilaksanakan di Kota Blitar sebagai Kota
Proklamator pada bulan Maret mendatang dengan teman “jadikan Kemerdekaan Pers
Sebagai Tonggak Profesionalisme Insan Jurnalis yang berpancasila. (Ok. Syahyan)
Jumat, 09 November 2012
KEPALA SEKOLAH PAMULANG V JABATAN ADALAH AMANAH
Tangerang (MTS).
Sebagai Kepala sekolah SDN Pamulang V kecamatan Pamulang
tangsel. Mempunyai pengalaman yang sangat berharga, beliau juga sudah terbiasa berhubungan
langsung dengan masyarakat luas, kepala sekolah SDN Pamulang V Abdul Rahim Kamil selalu menyiapkan langkah-langkah pokok antara lain menjaga loyalitas terhadap atasan.
“Jabat an sebagai Kepala Sekolah merupakan suatu perintah dan tugas sekaligus
kepercayaan maka tidak ada hal yang berat dalam melaksanakanya dan sesuai dengan
ketentuan yang ada jelas kepala sekolah Pamulang V ini. Wajar kalau pemerintah tangsel memberikan amanah dan tanggung jawab kepada
Bapak Abdul Rahim Kamil sebagai Kepala Sekolah Pamulang V, ia
merupakan pemimpin yang mengedepankan pekerjaan, kedisiplinan serta mempunyai pandangan yang sangat jauh untuk memajukan mutu dunia pendidikan kedepan selain kepala sekolah ia juga menjabat sebagai ketua Rw 014 pondok
cabe udik kecamatan pamulang. “saya berterima kasih pemerintah Tangerang Selatanl yang
telah memberikan amanah serta tanggung jawab kepada saya semoga amanah ini
dapat saya laksanakan dengan baik ujar bapak Abdul Rahim Kamil.” Selaku kepala
sekolah dan ketua Rw 014 pondok cabe udik pamulang Tangerang Selatan. (Rohana)
SDN PAMULANG II UTAMAKAN BELAJAR
Tangerang (MTS).
Kepemimpinan seorang kepala sekolah dapat menentukan kualitas
dan kredilibitasi sekolah, salah satu contoh SDN pamulang II kecamatan pamulang
tangsel. Semenjak dipimpin Bapak Basyah Agyatno spd. Sebagai kepala sekolah SDN
Pamulang II terus mengalami perubahan dan kemajuan. Menanggapi hal tersebut
kepala sekolah pak Basyah Agyanto spd menjelaskan sekolah yang dipimpinya ini.
Selalu mengejar prestasi dan mengutamakan pendidikan maupun kedisiplinan. Serta
turut mencerdaskan anak bangsa dan menciptakan lembaga pendidikan yang
berkualitas dalam mensukseskan program pendidikan .
Kita sebagai aparatur pemerintah harus lebih meningkatkan
kinerja kerja dengan penuh semangat. Sehingga lebih cepat dalam
penyelesaian segala jenis kegiatan yang menjadi tanggung jawab. Dan berupaya menyesuaikan diri anak-anak didiknya dengan keadaan lingkungan yang positif sehingga dapat merubah
lingkungan yang negatif menjadi lingkungan positif hal ini dimulainya dengan pendidikan karakter di sekolah.(Rohana)
SDN CIPUTAT III YANG TERABAIKAN
TANGERANG (MTS).
H Deddy Munadi Spd kepala sekolah ciputat III kecamatan ciputat
tangerang selatan. Mengatakan SDN Ciputat III Kecamatan ciputat sangat
membutuhkan bantuan ruang kelas baru (RKB) karna ruang kelas yang ada sudah
tidak layak lagi untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. H Deddy Munadi
kepala sekolah ciputat III menjelaskan ada beberapa ruang kelas yang sepatutnya
tidak di pakai lagi, tapi dengan sangat terpaksa ruangan tersebut masih kami
pakai untuk kegiatan belajar mengajar ini pun dalam kondisi rusak serta bocor dan hampir saja rubuh untuk mengantisipasinya plafol yang hampir rubuh tersebut di ganjel dengan balok seperti tampak jelas di gambar ini. Mudah-mudahan sebelum ruang kelas ini rubuh dan memakan korban jiwa siswa, pemerintah.kota tangerang selatan harus betul-betul peduli dan jangan menunggu jatuhnya korban.
Dalam tugas kegiatan belajar mengajar sekolah kami perlu saranan dan prasarana, terutama Ruang Kelas Baru (RKB) yang layak dan sehat, serta prasarana lainnya kata kepala sekolah ini. Walau pun dengan demi kian Kepala Sekolah dan Para Dewan Guru terus berjuang melaksanakan tugas dengan maksimal demi kelangsungan anak Didik agar dapat menjadi murid-murid yang cerdas dan berwawasan sesuai dengan tujuan pendidikan. Kami (SDN Ciputat III) berharap kepada dinas pendidikan dan pemerintah juga instansi yang terkait secepatnya memberikan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk sekolah kami SDN Ciputat III Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan. (Rohana)
Dalam tugas kegiatan belajar mengajar sekolah kami perlu saranan dan prasarana, terutama Ruang Kelas Baru (RKB) yang layak dan sehat, serta prasarana lainnya kata kepala sekolah ini. Walau pun dengan demi kian Kepala Sekolah dan Para Dewan Guru terus berjuang melaksanakan tugas dengan maksimal demi kelangsungan anak Didik agar dapat menjadi murid-murid yang cerdas dan berwawasan sesuai dengan tujuan pendidikan. Kami (SDN Ciputat III) berharap kepada dinas pendidikan dan pemerintah juga instansi yang terkait secepatnya memberikan bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) untuk sekolah kami SDN Ciputat III Kecamatan Ciputat Tangerang Selatan. (Rohana)
Rabu, 07 November 2012
PRAKTEK PENYUNTIKAN GAS ILEGAL DI CILEDUG
APARATUR
PENEGAK HUKUM HARUS MENINDAK TEGAS
TANGERANG,(MTS)
Kelangkaan gas elpiji 3 kg di Tangerang baru-baru ini,faktor penyebabnya adalah
dari menjamurnya usaha penyuntikan gas ilegal. Para pengusaha memanfaatkan gas
ukuran 3 kg yang disubsidi pemerintah untuk meraup keuntungan
sebanyak-banyaknya,dari banyaknya usaha penyuntikan gas tersebut terlihat
lemahnya tindakan dari aparatur penegak hukum khusunya pihak kepolisian untuk
memberantas. Karena dari sebagian banyak para pelaku usaha penyuntikan gas
harus rmendapat tindakan tegas dari pihak kepolisian,diduga para pelaku usaha
penyuntikan gas telah bekerjasama dengan berbagai pihak.
Salah
satu contoh usaha penyuntikan gas yang masih berdiri tegak tanpa tersentuh
hukum,berada di Ciledug usaha penyuntikan
gas tersebut hingga saat ini tidak pernah tersentuh hukum dan masih beroperasi
dengan keuntungan Milyaran Rupiah setiap bulanya. Dari berbagai sumber
menyebutkan bahwasanya pihak pengusaha penyuntikan gas,telah berkoordinasi
dengan beberapa oknum sehingga usah tersebut masih aman sampai sekarang.
Perhitugan sementara dari usaha penyuntikan gas tersebut adalah setiap tabung
ukuran 12 kg diisi dengan 4 tabung gas ukuran 3kg,keuntungan yang diperoleh
dari setiap tabung 12 kg sebesar Rp.24.000 dengan keuntungan seperti itu pihak
pengusaha rata-rata menjual sebanyak 500 tabung gas ukuran 12 kg,jadi
keuntungan setiap hari yang diperoleh sebesar Rp.12.000.000 (dua belas juta
rupiah) dan keuntungan setiap bulan bisa dikantongi oleh pelaku usaha ini
sebesar Rp.360.000.000 (tiga ratus enam puluh juta rupiah).
Selain
gas ukuraan 12 kg para pelaku usaha ini lebih memprioritaskan gas yang
berukuran 50 kg,dengan begitu keuntungan yang mereka peroleh lebih besar dengan
memanfaatkan subsidi dari Pemerintah. Dengan perhitungan seperti ini, setiap
tabung 50 kg,diisi dengan 17 tabung gas yang berukuran 3 kg,dengan rata-rata
keuntungan setiap tabungnya Rp.166.000 (seratus enam puluh enam ribu rupiah)
dengan rata-rata penjualan 500 tabung setiap harinya jadi Rp.83.000.000
(delapan puluh tiga juta rupiah) dengan keuntungan rata-rata setiap bulan
sebesar Rp.2.490.000.000 (dua milyar empat ratus sembilan puluh juta
rupiah),fantastis keuntungan yang diperoleh dari usaha ini,padahal pada
aturanya gas ukuran 3 kg adalah untuk masyarakat kalangan menengah kebawah,agar
bisa dirasakan manfaatnya.
Jadi
kesimpulan untuk usaha ini menggunakan gas ukuran 3 kg diperkirakan sebanyak
10500 tabung setiap harinya,akibat menjamurnya usaha ini dampak yang dirasakan
langsung oleh masyarakat adalah mahalnya harga beli gas ukuran 3 kg. sehingga
kesengsaraan masyarakat semakin bertambah,tanpa ada penyelesaian yang efektif
dari pemerintah.
Diminta
aparatur penegak hukum khusunya kepolisian Tangerang serta pihak kepolisian
diluar Tangerang pada umumnya,untuk segera menindak serta menutup usaha seperti
ini agar tidak menjamur layaknya jamur dimusim hujan.(Team)
Rabu, 10 Oktober 2012
DINAS PENDIDIKAN BERALIH FUNGSI MENJADI BISNIS ORANG TUA WALI MURID MENJERIT MEMBELI BUKU
Tangerang kota (MTS)
dimana dunia pendidikan yang pada dasarnya adalah sebagai salah satu faktor terpenting untuk mencerdaskan anak bangsa, tentunya tidak lepas dari peran serta penyelanggara dunia didik serta sistem pembelajaran yang berkualitas dan bebas dari piur bisnis. sementara tujuan wajib belajar sembilan tahun dengan program gratis seakan tidak merubah sistem agar terciptanya dunia pendidikan yang lebih baik dan bebas dari pungli. menanggapi permasalahan yang terjadi karena kacaunya sistem dunia pendidikan khususnya dikota tangerang Medianto dari lembaga swadaya masyarakat GARUK KKN berkomentar "seharusnya hal ini tidak terjadi didalam dunia pendidikan karena pemerintah tidak sedikit mengucurkan dana untuk dunia pendidikan dan jelas - jelas bahwa pemerintah telah mencanangkan wajib belajar 9 (sembilan) tahun," komentar mediyanto. sistem yang diterapkan pemerintah bahwasanya untuk wajib belajar sembilan tahun tanpa dibebankan biaya, justru sering disalah gunakan oleh oknum baik dari dinas pendidikan ataupun dari sekolah untuk mencari keuntungan. salah satu contoh dari SDN 1,2,3,4,5,6 periuk kota tangerang, sistem pembelian buku paket dan seragam agak sedikit aneh, karena setiap orang tua wali murid diwajibkan melunasi pembayaran buku paket dan seragam sebelum itu semua terealisasi. sedangkan harga buku paket yang harus dibayar berkisar antara Rp.250.000,- s/d Rp.350.000,- dan untuk harga baju seragam yang terdiri dari baju batik, seragam olahraga dan seragam muslim berkisar antara Rp.350.000,- s/d Rp.450.000,-. dengan adanya sistem seperti itu bisa dikatakan kucuran anggaran dari pemerintah baik pemerintah pusat ataupun pemerintah daerah sia-sia. ketika ditemui diruang kerjanya Drs.H.Zaenudin. MM.M.Pd selaku kepala dinas pendidikan kota tangerang menjelaskan," kami dari pihak dinas tidak mengetahui akan hal seperti itu kalaupun memang ada sekolah yang berbuat seperti itu kami berharap rekan-rekan wartawan berkenan menginformasikan kepada kami agar kami (dinas pendidikan) bisa menindak tegas sekolah yang melakukan pelanggaran," jelas zaenudin kepada wartawan belum lama ini. tapi apa yang kelak terjadi bila dinas pendidikan ini beralih fungsi menjadi dunia bisnis, dan dimana letaknya pemerintah yang selama ini mencanangkan wajib belajar 9 (sembilan) tahun gratis bagi seluruh anak-anak bangsa, dengan adanya progran wajib belajar 9 (sembilan) tahun gratis berarti tidak ada lagi suara-suara sumbang dari orang tua murid , tapi apa yang terjadi didunia pendidikan ini, akan tetapi maraknya jeritan orang tua wali murid serta keluhan-keluhan bagi orang tua wali murid yang tidak mampu. ketika salah satu orang tua wali murid yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan "pak apa benar gak sih kalau dana BOS itu ada? tapi walaupun ada mana janji pemerintah yag telah mencanangkan wajib belajar sembilan tahun gratis, tapi buku paket dan seragam tetap bayaar? berarti pemerintah bohong dong," jelasnya mengatakan. dalam menanggapi semua masalah yang ada didunia pendidikan ternyata masi banyak orang tau murid masih banyak yang menjerit, bagaimana cita-cita anak bangsa yang selama ini mereka cita-citakan kalau dunia pendidikan selamanya seperti ini. TIM
Sabtu, 06 Oktober 2012
OKNUM UPT MELANGGAR ATURAN KADISDIK KOTA TANGSEL TIDAK BERANI MEMBERIKAN SANKSI TEGAS
Tangerang Selatan (MTS)
berdasrkan hasil informasi dari narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, dia menyebutkan bahwa dinas pendidikan Kota Tangerang Selatan terkesan membiarkan oknum unit pelaksana teknis melakukan penjualan buku terhadap siswa - siswi dan ini terindikasi oknum tersebut menjadi distributor atau pengecer buku yang sangat mencederai integkritas dunia pendidikan khususnya di wilayah tangerang selatan. hasil investigasi MTS ternyata kepala dinas pendidika tidak berbuat apa-apa. berdasarkan Undang-Undang No 14 Tahun 2008 tentang informasi publik Bab III sangat jelas poin (A). bagian kesatu Pasal 4 Ayat ( I ) setiap orang berhak memperoleh infomasi publik sesuai dengan Undang-Undang ini. Poin (B), Bagian Keempat Pasal 7 Ayat (1) badan publik wajib menyediakan dan atau menerbitkan informasi publik yang berada dalam kewenanganya kepada pemohon informasi publik selain informasi yang dikecualikan. dan peraturan mentri pendidikanpun dilanggar dan ini sangat jelas peraturan Mentri Pendidika Nasional Republik Indonesi No 2 Tahun 2008 Tentang BUKU, Pasal 11:Pendidik, Tenaga Pendidik, Anggota Komite Sekolah/Madrasah, Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah, Pegawai Dinas Pendidikan Pemerintah Daerah, dan atau Koperasi yang Beranggotakan Pendidik dan atau tenaga Kependidikan satuan Pendidikan, baik secara langsung Maupun bekerja sama dengan pihak lain, DILARANG BERTINDAK MENJADI DISTRIBUTOR ATAU PENGECER BUKU kepada peserta didik di satuan pendidikan, kecuali untuk buku-buku yang di hak ciptanya sudah di beli oleh dapertemen yang menangani urusan agama, dan atau pemerintah daerah sebagaimana yang di maksud dalam pasal 3 Ayat (4) dan dinyatakan dapat diperdagangkan sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 8 ayat (1) dinas pendidikan kota Tangerang Selatan sampai sekarang ini terindikasi membiarkan oknum UPT tersebut berdinas tanpa merasa melakukan pelanggaran yang dilakukannya. apakah masih pantas kepala dinas pendidikan menjabat di posisi dinas pendidikan Kota Tangerang Selatan yang sangat gambalang anak buahnya terindikasi melakukan pelangaran yaitu melakukan pelanggaran buku inilah bentuk pelanggaran berat yang dilakukan kepala UPT Tangsel.
hal ini sangat disayangkan oleh semua pihak, banyak sekali wali murid mengeluh dengan banyaknya pungutan liar yang berada di wilayah kota tangerang selatan. terbongkarnya kasus ini dengan terang benderang, masyarakat menunggu tindakan tegas dari ibu wali tangerang selatan. seanidainya tidak ada tindakan dari ibu wali kota kita ini masyarakat akan melaporkan hal ini ke mentri pendidikan dan kebudayaan.(TIM)
BUKU LKS SD YANG DIBIAYAI BOP DITANGSEL SARAT KKN
Tangerang Selatan, MTS
memasuki tahun ajaran baru masalah pungutan liar (Pungli) disekolah - sekolah masih saja ada begitu juga dengan penerimaan siswa baru dan hal ini bukanlah sebuah bisnis baru bagi UPT, oknum kepala sekolah, dan penerbit distributor buku, bahkan pengecer, contohnya di UPT pondok aren tangerang selatan hampir semua buku baik itu LKS maupun paket dikuasai oleh saudara DZ, semua SDN yang berada di pondok aren diwajibkan bekerja sama dengan DZ. dari kerjasama ini masing - masing mendapatkan bagian, termasuk pihak 20% dari hasil penjualan, yang membuat orang tua murid terkejut, setelah mereka membeli Buku LKS. yang dijual oleh DZ yang bekerja sama dengan oknum dinas dan oknum kepala sekolah ada lagi Buku LKS yang dibiayai oleh BOSDA (Buku Bop) dan dibagikan secara geratis dan buku ini pengirimnya atau penerbitnya juga saudara DZ, ini benar - benar keterlaluan. DZ adalah pengirim buku BOSDA diTangerang Selatan mereka dan Kepala Sekolah tau ini sudah ada di RKA dan tidak selayaknya mereka menjual Buku yang sama dan lebih tragisnya setelah buku ini habis terjual baru dikirim Buku LKS BOSDA yang gratis, perbuatan saudara DZ dan Kepala Sekolah ini telah melanggar Peraturan Mentri Nomor II Tahun 2005, Peraturan Mentri Nomor 2 Tahun 2008, Peraturan Mentri Nomor 60 tahun 2011 serta Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2010. ini adalah Pelanggaran yang sangat berat yang dilakukan DZ dan oknum Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Tangerang Selatan harus menindak tegas dan membatalkan Pembayaran Buku LKS BOP yang sarat dengan KKN dan orang tua wali murid serta masyarakat juga meminta ibu wali kota menindak siapa saja oknum - oknum yang terlibat.(TIM)
FOKE DAN JOKOWI BERHASIL MEMBANGUN DOMOKRASI DI DKI
Jakarta (MTS)
Pemilihan
gubernur Jakarta putaran kedua baru saja selesai dengan aman dan sukses, yang
lebih membuat masyarakat Jakarta bangga adalah tidak adanya saling menyalahkan
saling memaki yang ada hanya ada kata-kata yang menyejukan, saling mengucapkan
selamat, dan maaf.
Mereka
yang bertandin tahu dalam pertandingan ini pasti ada yang kalah dan ada yang
menang. Mereka pun talah siap menerima kalah dan menang. Pertandingan PILGUB
dan pertandingan DEMOKRASI yang selama ini terjadi di beberapa daerah berujung
dengan berdarah-darah, serta kobaran api yang membara. Kadang kala jiwa yang
melayang untuk sebuah PILKADA dan pertarungan itu pun berlanjut, dan terjadi
ganjalan-ganjalan di semua lini sampai-sampai di badan anggaran. Belanjutnya
pertarungan PILKADA untuk menggagalkan program selanjutnya. apa yang di
janjikan kepada rakyat akhirnya tidak bisa dilaksanakan dan PILKADA seperti ini
berujung menyengsarakan rakyat.
PILKADA
Jakarta telah membuka mata kita, kita telah memotret suatu pertandingan
DEMOKRASI, dimana demokrasi mobilisasi melawan demokrasi partisipasi, ternyata
demokrasi mobilisasi tidak lagi menjadi pemenang setelah demokrasi partisipasi ikut
dalam pertarungan ini. Demokrasi partisipasi adalah demokrasi yang sesungguhnya
dan tidak memerlukan biaya tinggi dan tidak terikat dengan janji upeti,
demokrasi partisipasi hanya bertanggung jawab untuk menepati janji pada
rakyatnya.
Pertandingan
sudah usai tidak ada darah yang tumpah tidak ada bara api yang menyala, marilah semua pihak mulai
bekerja keras saling membantu untuk mencapai keadilan dan kemakmuran masyarakat
Jakarta. (YAN)
WARGA RW 06 BUMI INDAH PASAR KEMIS MANGADAKAN ACARA HALAL BI HALAL DI MASJID AL-BAROKAH
Tangerang
Rangkaian
kegiatan takmir Ramadhan 1433H di masjid Al Barokah RW 06 Bumi Indah Pasar Kemis Tangerang diakhiri dengan acara
Halal Bi Halal, yang diselenggarakan pada Sabtu malam Minggu tanggal 1 September 2012 atau
bertepatan dengan tanggal 14 Syawal 1433H. Dalam acara tersebut diisi dengan acara silaturahmi
warga pasca mudik lebaran dari kampung masing- masing dan juga diisi dengan
tausiyah atau siraman rohani. Dalam kesempatan tersebut disampaikan tausiyah
agama oleh KH.Afif Afifi pengasuh pondok pesantren Daarul Hikmah Tangerang.
Juga dikumandangkan lantunan kalam Ilahi oleh qori’ah Ustadzah Hj. Mukoyyah
dari Tangerang. Dalam tausiyahnya KH.Afif Afifi meyampaikan bahwa kita sangat
beruntung menjadi umat Islam Indonesia yang punya salah satu budaya yang baik
yaitu Halal Bihalal, karena di Negara negara lain termasuk di Arab Saudi tidak
ditemukan acara Halal Bihalal tersebut. Juga beliau sampaikan bahwa ternyata
puasa mengandung lima manfa’at buat manusia yaitu membuat lebih tawadhu,
membuat solidaritas social, membuat lebih sehat, membuat lebih awet muda dan
puasa mengendalikan sex. Ketua DKM Al-Barokah Bapak Dadang Juanda mengatakan
acara Halal Bihalal tersebut juga sekaligus merupakan acara pembukaan pengajian
Majelis Ta'lim Al-Barokah yang mana sebelum memasuki bulan suci Ramadhan
pengajian rutin ibu-ibu, bapak-bapak dan anak-anak TPQ ditutup sementara untuk
konsentrasi dalam kegiatan takmir Ramadahan Beliau menghimbau kepada para
jama'ah untuk lebih semangat lagi dalam mengikuti pengajian/taklim setelah kita
melaksanakan ibadah Ramadhan. Menurutnya salah satu ciri orang yang diterima
ibadah Ramadhan-nya adalah adanya peningkatan kebaikan dan amal ibadah setelah
bulan Ramadhan tersebut. (Dadang)
Langganan:
Postingan (Atom)








